Berita Jogja Hari Ini

Suporter PSIM Yogyakarta dan Persis Solo Suarakan Damai, Mural Mataram Is Love Hiasi Kota Jogja

Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah laga Liga 1 antara tuan rumah Arema FC dan tim tamu Persebaya Surabaya rampung digelar pada

Istimewa
Mural "Mataram Is Love" yang terpajang di Jalan Kolonel Sugiyono, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah laga Liga 1 antara tuan rumah Arema FC dan tim tamu Persebaya Surabaya rampung digelar pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB, menelan banyak korban jiwa

Berdasarkan rilis resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang diverifikasi pihak Polri hingga Minggu (2/10/2022) malam, korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan mencapai 125 orang.

Banyaknya korban jiwa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan mengundang keprihatinan. Dunia pun ikut berbelasungkawa.

Baca juga: Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Landa 32 Wilayah Pada Hari Ini

Banyak pihak yang mendorong agar rivalitas di pentas sepak bola yang dinilai sudah terlampau batas, segera diakhiri.

Tak terkecuali rivalitas panas yang melibatkan tiga klub dengan basis suporter yang besar asal DIY- Jawa Tengah, yakni PSIM Jogja, PSS Sleman serta Persis Solo.

Tak heran, muncul narasi di sosial media untuk menyuarakan penghentian rivalitas berkonotasi buruk antar suporter.

Cukup banyak stakeholder suporter di DIY maupun dari Solo bersama akar rumput berikrar untuk menyudahi rivalitas dari diri sendiri, bahkan Kaesang Pangarep, Direktur Utama Persis Solo juga menyuarakan semangat yang sama, yakni agar Mataram tidak lagi red atau blue namun Mataram yang cinta damai alias Mataram is Love.

Tak sebatas narasi di media sosial, gerakan untuk mengakhiri rivalitas yang terlampau batas juga diwujudkan oleh suporter PSIM, PSS dan Persis Solo yang menunjukkan bahwa mereka dapat bergandengan, tanpa terjadi gesekan ketika bertemu di area perbatasan DIY-Jateng tepatnya di kawasan Prambanan.

Suporter PSIM, PSS dan Persis Solo membuktikan dapat damai berdampingan, mengenakan atribut klub kebanggaannya masing-masing saat menghadiri doa bersama untuk tragedi Kanjuruhan di Monumen Juang 45, Kelurahan Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Senin (3/10/2022) malam.

Sementara di Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Kolonel Sugiyono, Keparakan, Mergangsan, seruan perdamaian diwujudkan oleh para suporter dengan membuat sebuah mural bertuliskan "Mataram Is Love".

Di samping tulisan tersebut, tergambar tiga buah simbol hati dengan warna biru, merah dan hijau yang melambangkan berdamainya tiga basis suporter dari PSIM, Persis dan PSS.

Mural berisi pesan perdamaian antar suporter juga terpajang di tembok jembatan Kleringan Kewek, Tegal Panggung, Kota Yogyakarta. Mural bergambar simbol hati berwarna biru, merah dan hijau di sisi kanannya tertera tulisan Jogja, Solo dan Sleman.

Sebelumnya, Direktur Utama Persis Solo, Kaesang Pangarep bahkan bercuit secara langsung mengajak PSIM untuk membuat langkah kecil, berdamai menyudahi rivalitas destruktif selama ini.

Melalui akun Twitternya, Kaesang mengajak PSIM dan Persis untuk segera berdamai.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved