Berita Jogja Hari Ini

Suporter PSIM Yogya Akan Gelar Salat Gaib bagi Korban Tragedi Kanjuruhan, Suporter Persis Solo Hadir

Suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti serta The Maident bakal menggelar shalat gaib serta doa bersama bagi para korban tewas tragedi Stadion Kanjuruhan

Dok Brajamusti
Suasana doa bersama elemen suporter di Yogyakarta untuk korban Tragedi Kanjuruhan, Minggu (2/10/2022) malam. 

Sementara di Kota Yogya, tepatnya di Jalan Kolonel Sugiyono, Keparakan, Mergangsan, seruan perdamaian diwujudkan oleh para suporter dengan membuat sebuah mural bertuliskan "Mataram Is Love". Di samping tulisan tersebut, tergambar tiga buah simbol hati dengan warna biru, merah dan hijau yang melambangkan berdamainya tiga basis suporter dari PSIM, Persis dan PSS.

Mural berisi pesan perdamaian antar suporter juga terpajang di tembok jembatan Kleringan Kewek, Tegal Panggung, Kota Jogja. Mural bergambar simbol hati berwarna biru, merah dan hijau di sisi kanannya tertera tulisan Jogja, Solo dan Sleman.

Sebelumnya, Direktur Utama Persis Solo, Kaesang Pangarep bahkan bercuit secara langsung mengajak PSIM untuk membuat langkah kecil, berdamai menyudahi rivalitas destruktif selama ini.

Melalui akun Twitternya, Kaesang mengajak PSIM dan Persis untuk segera berdamai.

Putra Presiden Jokowi tersebut juga menyebut tak lama lagi akan mempersunting gadis dari DIY, yang bakal terlaksana pada Desember mendatang.

Hal tersebut direspon baik CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo yang mengaku siap berkomunikasi dengan seluruh elemen suporter dan mengusahakan kelancaran rekonsiliasi.

Menurut Bima, pesan damai dari Persis dan PSS menjadi momentum untuk membangun persaudaraan dalam sepakbola khususnya di DIY dan Solo.

"Ini menarik sekali, saya rasa ini akan menjadi momentum bagus untuk klub dan suporter klub dengan rivalitas panas untuk melakukan konsolidasi. Di kemudian hari bisa tercipta rivalitas sehat, atraktif dan jauh dari rivalitas yang bersifat destruktif," ungkap Bima.

"Tentu kita tetap ingat tragedi di Kanjuruhan dan memberikan waktu semua pihak melakukan evaluasi menyeluruh agar bisa menerapkan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang lagi," tambahnya.

Baca juga: Polres Bantul Tahan Oknum di Polsek Srandakan yang Berkomentar Tak Pantas Soal Tragedi Kanjuruhan

Sejarah Panjang Rivalitas 

Berkaca ke belakang, rivalitas panas antara Persis Solo dan PSIM Yogyakarta memang sudah berlangsung cukup lama dalam balutan laga bertajuk Derby Mataram.

Rivalitas dua klub di tanah Mataram sudah terjadi begitu panjang penuh dengan gengsi dan friksi tiap laga.

Saking kentalnya rivalitas PSIM Yogyakarta dan Persis Solo, stadion manapun yang jadi venue pertandingan selalu dipenuhi lautan manusia.

Kalaupun pertandingan sempat digelar dalam kondisi sepi,  itu artinya ada larangan laga dihadiri oleh penonton ataupun suporter, seperti yang terjadi di Liga 2 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved