Tragedi Kanjuruhan

Perintah Presiden Jokowi Soal Tragedi Kanjuruhan, Minta TGIPF Segera Bekerja, Beri Waktu Sebulan

Paling lama, tim harus sudah mendapatkan kesimpulan Tragedi Kanjuruhan dalam kurun waktu satu bulan kedepan.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
DOK. YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi tanggapi tragedi sepak bola kerusuhan pertandingan Arema FC vs Persebaya 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan untuk bekerja cepat dalam mengusut insiden yang menewaskan 125 orang tersebut.

Paling lama, tim harus sudah mendapatkan kesimpulan Tragedi Kanjuruhan dalam kurun waktu satu bulan kedepan.

Untuk mempercepat kerja dari TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) pada hari ini.

Setelah Keppres ditandatangani Presiden Jokowi, tim yang dipimpin oleh Menkopolhukam tersebut diharapkan bisa langsung bekerja.

TGIPF Tragedi Kanjuruhan sendiri beranggotakan 13 orang yang dipimpin oleh Mahfud MD.

Kemudian anggotanya terdiri dari akademisi, pengamat, media, mantan pengurus PSSI, mantan jampidum hingga mantan kepala BNPB.

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan pembentukan TGIPF ini sudah dilaporkan ke Presiden Jokowi.

Presiden pun meminta agara tim tersebut segera bekerja dan meminta agar bisa menyelesaikannya kurang dari satu bulan.

Baca juga: Pengakuan Suporter yang Minta Polisi Tak Tembakan Gas Air Mata ke Tribun Penonton

Baca juga: Kabar Terbaru Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang Dicopot, Sembilan Brimob Dinonaktifkan

"Saya baru saja melapor kepada Presiden terkait kerusuhan di Kanjuruhan itu. Pertama TGIPF itu diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan. Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui. Tinggal masalah-masalah detailnya yang itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai satu bulan," ujar Mahfud.

"Dan untuk itu, keppres-nya akan dikeluarkan hari ini, sehingga kami punya dasar untuk rapat," kata dia.

Mahfud kemudian menjelaskan alasan harus ada keppres yang diterbitkan secara khusus.

Menurut dia, saat ini setiap institusi terkait memiliki tim investigasi sendiri untuk menelusuri fakta soal peristiwa Kanjuruhan.

Oleh karena itu, keppres diperlukan agar tim-tim tersebut secara terpadu dapat berkoordinasi dengan TGIPF.

"Sehingga yang terpadu itu nanti bergabung di bawah keppres ini, misalnya menpora punya tim, PSSI punya tim, Irwasum punya tim, itu bagus. Untuk menyelidiki itu agar terang," kata Mahfud.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved