Berita Kriminal

Kronologi Pengantin Baru Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Karanganyar, Diduga Overdosis Obat Kuat

Pasangan pengantin baru asal Solo berinisial BH (30) dan BS (27) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar hotel

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KARANGANYAR - Pasangan pengantin baru asal Solo berinisial BH (30) dan BS (27) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar hotel di wilayah Karangpandan, Kabupaten Karanganyar pada Senin (3/10/2022) siang.

Korban diduga meninggal dunia karena overdosis obat kuat.

Jenazah kedua korban ditemukan oleh petugas hotel yang curiga karena penghuni kamar yang disewa sejak Sabtu(1/10/2022) lalu tersebut tidak merespon saat dihubungi.

Saat dicek, ternyata kedua korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan sudah mulai mengeluarkan bau.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh kedua korban.

Kronologi Lengkap

Dikutip dari Tribunsolo.com, pengantin baru asal Mojosongo, Jebres, Kota Solo tersebut check in di hotel sejak Sabtu (1/10/2022) pada pukul 16.35 WIB.

Setelah menginap semalam, pada Minggu (2/10/2022) siang, korban sempat menghubungi resepsionis untuk meminta tambahan waktu hingga sore hari.

Kemudian pukul 17.22 WIB, resepsionis sempat menghubungi korban melalu chat WhatsApp, namun tak ada respon dari korban.

Dengan tidak ada respon dari korban, pihak resepsionis menganggap bahwa dari korban memperpanjang sampai hari berikutnya.

Kemudian pada hari Senin (3/10/2022), sekira pukul 12.00 WIB dari pihak resepsionis menghubungi lagi tapi tidak ada respon dan balasan dari korban.

Pihak hotel pun curiga dan mengecek ke kamar korban.

Saat tiba di depan kamar korban, pihak pengurus hotel hendak membuka pintu tetapi tidak bisa.

Kemudian para pekerja mengecek lewat ventilasi kamar mandi dan mendapati kedua korban tergeletak dalam kondisi mengeluarkan bau.

Atas kejadian tersebut, pihak manajemen selanjutnya melaporkan ke Polsek Karangpandan.

Kapolsek Karanganyar Iptu Budi Raharjo, mengatakan kedua korban merupakan pasangan suami istri yang menyewa kamar hotel di sana.

"Pihak hotel langsung menghubungi Polsek. Dari sana, kami menerjunkan tim Inafis bersama puskesmas," ucap Budi kepada TribunSolo.com, Selasa (4/10/2022).

Budi mengatakan penyebab kematian kedua korban diduga karena overdosis meminum obat kuat.

Akibat overdosis tersebut membuat denyut jantung terpacu, yang mengakibatkan pembuluh darah pecah.

"Dalam kejadian tersebut korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," ujar Budi.

Kasi Penmas Humas Polres Karanganyar, Bripka Sakti, mengatakan usai olah TKP, kemudian mayat dievakuasi ke RSUD guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dia menjelaskan berdasarkan keterangan dokter jaga RSUD Karanganyar yang dipimpin oleh dr. Narti penyebab kematian suami istri itu diduga minum suplemen atau obat kuat secara overdosis.

Efek obat tersebut memacu denyut jantung berlebih yang mengakibatkan pembuluh darah pecah.

Dia mengatakan tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban..

"Pihak keluarga tidak keberatan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi dan tidak menuntut secara hukum terhadap siapapun atas meninggalnya korban," ujar Sakti.

Sementara itu relawan Karangpandan, Khasmanto mengatakan dua unit ambulans didatangkan untuk mengevakuasi mayat korban.

"Masing-masing satu unit ambulans Reka. Kami datang ke lokasi pukul 16.00 WIB, pihak hotel menemukan mereka sekitar 13.30 WIB, kemudian ambulans mengirim ke RSUD, setelah proses di sana, lalu kami mengantarkan ke rumah duka sekitar pukul 21.00 WIB," singkat Khasmanto.

Hasil pemeriksaan tim medis

Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis, ditemukan luka lecet dan pendarahan pada kedua tubuh korban.

Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Karanganyar, Mahmud Azis Arifin, mengatakan kedua korban telah dilakukan pemeriksaan, Senin (3/10/2022) sekira pukul 18.00 WIB.

"Kemarin sekira pukul 18.00 WIB, ada dua jenazah dikirim oleh polisi ke ruang jenazah RSUD Karanganyar," kata Mahmud kepada TribunSolo.com, Selasa (4/10/2022).

Mahmud mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan kedua korban, pada tubuh korban berinisial BH ditemukan adanya pendarahan di kedua mata, serta luka lecet pada bibir bawah korban.

Selain itu, pada tubuh BH juga terdapat bintik-bintik merah pada kulit leher, dada sekitar perut.

"Kemudian hasil pemeriksaan terhadap tubuh BS, ditemukan luka lecet di mulut bawah, luka lecet seperti gigitan di lutut kiri dan luka lecet di tangan kiri," ungkap Mahmud.

Meski terdapat luka-luka pada tubuh korban, dia memastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh kedua korban.

Dia menjelaskan, penyebab kedua orang tersebut meninggal dunia karena overdosis obat kuat.

"Tidak ada (tanda penganiayaan, kita saja heran sampai sedemikian efek obat nya itu," tutur Mahmud.

"Tergantung (efek samping) dari obat kuatnya, kalau yang ini kemungkinan besar dari itu(overdosis obat kuat), " ujar Mahmud.(*)

 

Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved