Tragedi Kanjuruhan

Komentari Tragedi Kanjuruhan dengan Kalimat yang Tak Pantas, Anggota Polsek Srandakan Ditahan Propam

Anggota Polsek Srandakan ditahan selama 21 hari karena komentari tragedi Kanjuruhan dengan kalimat tak pantas

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Komentari Tragedi Kanjuruhan dengan Kalimat yang Tak Pantas, Anggota Polsek Srandakan Ditahan Propam
internet
ilustrasi ditahan

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Indonesia tengah berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Sosial media pun dibanjiri dengan ucapan duka yang mendalam.

Namun saat peristiwa tersebut menjadi sorotan, ada kicauan dari akun twitter @polseksrandakan yang tidak pantas.

Polres Bantul pun turun tangan dan melakukan penyelidikan atas kicauan dari akun tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry menyatakan bahwa memang benar terjadi adanya komentar dari akun twitter Polsek Srandakan Bantul pada tanggal 2 Oktober 2022 pukul 03.47 Wib dan 3.51 Wib terkait kerusuhan sepakbola di Malang.

"Sekali lagi kami Polres Bantul turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas kejadian yang terjadi di Kanjuruhan, Malang dan kami juga memohon maaf yang sebesar besarnya atas munculnya postingan dari akun resmi Polsek Srandakan tersebut," ujarnya Selasa (4/10/2022).

Kasus itu pun ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan Polres Bantul bersama tim cyber Polda DIY terhadap beberapa personel Polsek, khususnya admin dan anggota yang bisa mengakses akun tersebut.

"Dapat diketahui bahwa benar ditemukan adanya kelalaian dari anggota Polsek yang bukan merupakan admin, namun pernah menjadi admin resmi sehingga masih dapat mengakses akun tersebut. Yang bersangkutan telah mengakui memberi komentar dengan menggunakan akun Polsek Srandakan," imbuhnya.

Baca juga: JPW Kecam Polsek Srandakan Soal Komentar Negatif di Twitter, Polres: Akun Polsek Diretas

Adapun personel Polsek Srandakan yang dimaksud berinisial TH.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Jeffry menyatakan bahwa anggota tersebut tidak sengaja dan tidak sadar memberikan komentar dengan menggunakan akun resmi Polsek Srandakan.

"Atas kelalaian tersebut, yang bersangkutan telah kami tahan di tempat khusus selama 21 hari ke depan terhitung mulai Senin (3/11/2022) untuk selanjutnya akan dilakukan proses sidang kode etik atas pelanggaran tersebut," tandasnya.

Hal ini merupakan sanksi tegas yang berikan Polres Bantul kepada anggotanya agar tidak terulang dan anggota lebih hati-hati dalam mengawaki akun resmi.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengingatkan kembali kepada para pemegang akun medsos dan juga anggota Polres Bantul beserta jajaran untuk mempedomani SOP penggunaan medsos dan lebih bijak lagi dalam bermedsos terutama dalam mengakses akun resmi.
 
Sementara itu, Kadiv Humas Jogja Police Watch, Baharuddin Kamba menyatakan bahwa pihaknya mengecam keras komentar salah admin diduga Polsek Srandakan, Polres Bantul, DIY di Twitter.

Menurutnya, komentar tak senonoh tersebut tak layak dilontarkan sebab tak hanya klub Aremania FC yang sedang berduka atas tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia melainkan seluruh rakyat Indonesia yang turut merasakan duka yang mendalam atas tragedi Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur tersebut.

"Tindakan oknum Polsek Srandakan Bantul itu jelas mencoreng citra kepolisian khususnya Polda DIY maupun Polres Bantul. Sangat tidak patut," katanya.

Jika itu benar dilakukan oleh personel dari Polsek Srandakan, maka ia berharap agar yang bersangkutan diperiksa oleh Propam Polda DIY agar diberikan sanksi etik profesi Polri.

Jika perlu, kata Kamba, diberikan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) agar memberikan efek jera bagi pelaku dan anggota polisi lainnya.

"Hukum berat saja admin Polsek Srandakan Bantul jika benar melakukan pelanggaran. Karena sungguh sangat memalukan dan tidak memiliki empati sama sekali. Tidak mencerminkan seorang polisi yang Presisi seperti yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo," pungkasnya.(Tribunjogja)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved