Berita Kriminal

Kesal Karena Sering Mencuri, Ibu di Sragen Tega Habisi Nyawa Anaknya, Dipukul Pakai Bata dan Cangkul

W menghabisinya nyawa anaknya sendiri dengan cara memukulnya dengan menggunakan batu bata dan cangkul.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SRAGEN - Dalam kondisi tertidur pulas, seorang pria berinisial S (42), warga Dukuh Tlobongan, RT 22, Desa/Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen dihabisi oleh ibu kandungnya sendiri.

Pelaku yang diketahui berinisial W (64) tersebut tega menghabisi nyawa anaknya sendiri lantaran kecewa dan marah karena sang anak sering melakukan pencurian.

W menghabisinya nyawa anaknya sendiri dengan cara memukulnya dengan menggunakan batu bata dan cangkul.

Korban yang sudah kejang-kejang setelah dipukuli menggunakan batu bata kemudian dipukul lagi oleh pelaku dengan menggunakan cangkul.

S akhirnya tewas di tangan wanita yang telah melahirkannya.

Jenazah W kemudian dibawa aparat kepolisian ke RS Moewardi Solo untuk keperluan autopsi.

Sementara pelaku dibawa ke Mapolres Sragen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dikutip dari Tribunsolo.com, kasus ibu bunuh anaknya sendiri ini terjadi pada Selasa (4/10/2022) dinihari, sekitar pukul 02.10 WIB.

Saat kejadian, korban tengah tidur di teras rumah ibunya.

Baca juga: Kabar Terbaru Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang Dicopot, Sembilan Brimob Dinonaktifkan

Baca juga: Selasa Pagi, Rudal Balistik Korea Utara Melintasi Wilayah Jepang, Warga Sempat Diminta Berlindung

Kapolsek Sidoharjo, AKP Harno mengatakan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku terjadi di teras rumah.

"Iya betul, ada kasus ibu bunuh anak di Sidoharjo," ungkapnya.

Dari keterangan yang diperoleh kepolisian, kata Harno, pelaku ini nekat menghabisi nyawa anaknya sendiri dengan cara memukulnya menggunakan batu bata dan cangkul.

"Dihantam pakai bongkahan batu bata, terus kemudian (dipukul) berulang kali, masih kejang-kejang, dipukul memakai cangkul, sampai cangkulnya lepas," terangnya. 

AKP Harno menerangkan, jika alasan W melakukan aksi tersebut karena merasa kecewa dan marah, lantaran sang anak sering mencuri. 

"Karena ibunya kecewa, marah, malu, karena anaknya sering mencuri, kemudian ibunya merasa malu dan kecewa," terangnya. 

Saat ini, korban dibawa ke RS Moewardi Solo sedangkan W sedang dilakukan pemeriksaan di Polres Sragen. 

"Korban autopsi dulu ke RS Moewardi Solo, ibunya kita periksa di Polres Sragen," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved