Kerusuhan Arema FC vs Persebaya

Kapan Hukum Negara, Kapan Hukum FIFA Berlaku di Sepak Bola ? Ini Penjelasan Buku Hinca Pandjaitan

Gas air mata menjadi perbincangan, sebab penggunaannya di stadion menuai banyak kecaman oleh warga maya.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Instagram @indonesiatillidie
Tabel tentang persinggungan hukum nasional dan transnasional (FIFA) 

TRIBUNJOGJA.COM - Dunia baru saja digemparkan dengan kejadian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

KESAKSIAN Penonton Arema vs Persebaya yang Lolos dari Tragedi Tewaskan 127 Orang di Stadion Kanjuruhan
KESAKSIAN Penonton Arema vs Persebaya yang Lolos dari Tragedi Tewaskan 127 Orang di Stadion Kanjuruhan (Surya Malang/Purwanto)

Peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan itu menelan kurang lebih 200 korban meninggal dunia, nomer dua terbanyak sepanjang sejarah sepak bola dunia.

Para tokoh sepakbola dunia, seperti Wayne Rooney, Mesut Ozil dan Sergio Ramos juga turut berbela sungkawa atas kejadian yang terjadi pada Sabtu, (01/09/2022) , di Stadion Kanjuruha, Malang.

Tim - tim Liga Inggris dan La Liga, mengenakan pita hitam tanda sedang berbelasungkawa.

Bahkan, tim La Liga menngelar 'Minute of Silence' untuk kejadian naas yang memakan ratusan korban itu.

Gas air mata yang ditembakkan oleh polisi menjadi, menjadi topik hangat di jagat maya.

Sebab, menurut aturan dari FIFA yang tercantum pada pasal 19 B, dalam panduan keselamatan dan keamanan stadion, tertulis "No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used” yang menjelaskan bahwa senjata api atau 'gas pengendali massa' tidak boleh dibawa atau digunakan.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan tanggapan tatkala disinggung mengenai hal tersebut.

"Tim tentunya akan mendalami terkait SOP dan tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh tim pengamanan yang bertugas pada saat pelaksanan pertandingan," tanggapan Kapolri dalam konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Minggu (02/09/2022) malam.

Jadi, sebenarnya pada ranah apa hukum nasional dan hukum transnasional (FIFA) berlaku dalam konteks penyelenggaraan kompetisi sepakbola?

Mengutip dari buku Kedaulatan Negara vs Kedaulatan FIFA karya Hinca Pandjaitan, tabel berikut akan menjelaskan terkait titik singgung antara keduanya.

Tabel tentang persinggungan hukum nasional dan transnasional (FIFA)
Tabel tentang persinggungan hukum nasional dan transnasional (FIFA) (Instagram @indonesiatillidie)

Selain itu, berikut ialah tabel tentang pelaksanaan pertandingan.

Kedaulatan Negara vs Kedaulatan FIFA
Tabel persinggungan hukum nasional dan transnasional (FIFA)

Perlu diketahui, bahwa Hinca Pandjaitan adalah seseorang yang konsen dalam studi perbandingan hukum olahraga.

Menilik tabel kedua tentang tahap pelaksanaan pertandingan, di sana tertulis bahwa FIFA lebih memiliki otoritas terhadap SOP di stadion.

Hal itu bersinggungan dengan wilayah di dalam dan sekitar stadion, sedangkan yang menjadi otoritas dari hukum nasional adalah area di luar stadion dan kota.

Jadi, bila dilihat dari buku Kedaulatan Negara vs Kedaulatan FIFA karya Hinca Pandjaitan, menembakkan gas air mata di stadion jelas tidak diperbolehkan.

(MG Alvin Fahrizal Bayyuni)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Madura United
    10
    7
    2
    1
    19
    5
    14
    23
    2
    PSM Makasar
    10
    6
    4
    0
    18
    6
    12
    22
    3
    Persita
    11
    7
    1
    3
    18
    13
    5
    22
    4
    Bali United
    11
    7
    0
    4
    22
    13
    9
    21
    5
    Persija Jakarta
    10
    6
    3
    1
    12
    5
    7
    21
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved