Kisah Inspiratif

Berawal Dari Garasi, Pria di Bantul Pemilik Bisnis Cover Motor CoverSuper Jajaki Pasar Luar Negeri

Mengawali bisnis cover motor dari garasi, siapa sangka Zulkhan Indra Putra (36) bisa menjajaki pasar luar negeri. Bisnis yang berada di Jalan Sidorejo

TRIBUNJOGJA.COM/Christi Mahatma Wardhani
Founder CoverSuper, Zulkhan Indra Putra 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mengawali bisnis cover motor dari garasi, siapa sangka Zulkhan Indra Putra (36) bisa menjajaki pasar luar negeri.

Bisnis yang berada di Jalan Sidorejo Pedukuhan XI No RT 04, Onggobayan, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul ini tidak hanya melayani cover motor dan mobil, CoverSuper pernah menerima pesanan cover kapal hingga kereta. 

Bisnisnya dimulai pada 2012 silam. Ia dan teman-temannya melihat potensi bisnis cover motor.

Awalnya ia belum memiliki tim produksi sendiri, sehingga pengerjaan dilakukan oleh pihak ketiga. 

Baca juga: Sambut Baik Rekonsiliasi Suporter DIY-Jateng, Presiden Pasoepati: Kita Bangun Rivalitas yang Positif

"Awalnya memang d igarasi, sekitar enam bulan pesanan semakin banyak. Kemudian cari tempat karena kan nggak memungkinkan kalau dengan tim produksi juga. Setelah itu terus berkembang," ucap pria asal Batang Jawa Tengah pada Tribun Jogja, Selasa (04/10/2022). 

Setelah sukses dengan cover motor, CoverSuper membidik pasar cover mobil.

Kini tidak kurang dari 2.000 cover mobil bisa diproduksi dalam satu bulan. 

Zulkhan menyebut usahanya moncer berkat digital marketing yang dilakukan. Hampir 90 persen penjualan dilakukan secara online.

Tidak hanya itu, ia juga mengakomodasi masukan dari konsumen. Hal itu yang membuat loyalitas konsumen semakin tinggi. 

"Sejak tahun 2012 itu kami sudah memasarkan secara online, hampir 90 persen penjualan kami itu dari online. Kami juga menjaga kualitas, dengan menerima masukan dari konsumen. Sehingga cover mobilnya lebih body fit, kemudian tahan air, lebih awet, pemasangan mudah. Kami menyesuaikan dengan keinginan konsumen," terangnya. 

Perjalanannya tidak mudah, tahun kelima bisnisnya, ia pernah merugi sekitar Rp3 miliar.

Ia terpaksa memangkas 50 persen tim produksinya, bahkan asetnya hampir disita untuk membayar hutang. 

Beruntungnya dua tahun kemudian bisnisnya kembali stabil dan kini ia memiliki sekitar 100 pegawai. 

"Bisnis nggak mulus juga, tahun 2016 pernah rugi Rp3 miliar. Karena ada miss manajemen. Tetapi justru dari pengalaman itu, sekarang manajemen lebih solid. Dan itu jadi pengingat dan pembelajaran berharga bagi kami,"ungkapnya. 

Menariknya, tidak hanya cover motor dan mobil saja yang ia buat. Ia pernah mendapat pesanan untuk membuat cover kereta dengan bekerjasama dengan PT KAI. Tak hanya kereta, ia juga mendapat 25 cover kapan dari Badan Keamanan Laut RI. 

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Besok Rabu 5 Oktober 2022: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Disertai Angin

"Sempat ada komunikasi untuk cover pesawat juga, tetapi saat ini belum. Kami pernah dapat pesanan untuk traktor tambang, ATV, jetski juga. Bahkan ada yang order cover piano. Ya tidak apa-apa, karena memang tidak banyak jasa yang bisa untuk memenuhi kebutuhan konsumen seperti itu. Dan kami juga senang mengerjakannya," imbuhnya. 

Tidak hanya di Indonesia, cover yang dibuat CoverSuper juga sudah mulai dikenal negara tetangga. Beberapa kali ia mendapat pesanan dari Thailand, Singapura, Timur Tengah, dan Australia. 

Saat ini, CoverSuper sedang mengembangkan cover jok dan aksesori mobil lainnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved