Banyak Sekolah Swasta Kekurangan Siswa, FKKSS DIY Dorong Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan

Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKSS) DIY mendorong peningatan mutu seluruh komponen ekosistem pelayanan pendidikan berstandar Sistem Penjami

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok FKKSS
Siswa swasta berfoto bersama anggota FKKSS seusai acara peningkatan mutu layanan pendidikan, Selasa (4/10/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKSS) DIY mendorong peningatan mutu seluruh komponen ekosistem pelayanan pendidikan berstandar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau memenuhi 8 standar Pendidikan Nasional.

Sekretaris Panitia FKKSS DIY, Dr Sukiter MPd menjelaskan salah satu upaya tersebut dengan digelar Training of Trainer (ToT) terkait sistem informasi pelayanan pendidikan (SIPP), diikuti sebanyak 38 SMK Swasta se-DIY yang berlangsung selama 5 hari, mulai 29 September 2022 hingga 3 Oktober 2022 dan seluruh perserta berhak untuk memperoleh Aplikasi DIY SIPP secara gratis. 

Pada pelaksanan tahap pertama diikuti 38 SMK dari jumlah total SMK Swasta di DIY sebanyak 153 sekolah.

"Kegiatan dilaksanakan dalam rangka untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di DIY, membantu guru agar maju dan bangkit dengan kekuatannya sendiri mendampingi sekolah dalam melaksanakan proses pengelolaan sekolah yang sesuai dengan delapan standar," jelas Sukiter, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: AC MILAN vs CHELSEA: Prediksi Andriy Shevchenko, Tempo vs Kualitas

Program tersebut, sambungnya, sejalan adanya murid merdeka yang terbagi menjadi tiga aspek yaitu, merdeka belajar, merdeka berkolaborasi dan merdeka berkarya serta dalam upaya mendukung Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY terkait dengan percepatan pembangunan pendidikan bangsa.

"Program dilatarbelakangi dengan dijumpainya sejumlah sekolah yang ditutup lantaran tidak ada siswa karena sulit mendapatkan siswa yang merata di DIY, seperti di Gunungkidul ada dua sekolah, kami juga keberatan dengan jumlah rombel dapodik itu 36, akhirnya kan fokus ke sekolah negeri dulu," ungkapnya.

Oleh karena itu agar daya tarik sekolah mendapatkan murid yang banyak.

Pada kegiatan ini pihaknya mengandeng konsultan ahli dari Bogor sekaligus perancang Aplikasi DIY SIPP, dengan kolaborasi ini diharapkan sekolah swasta atau SMK kecil akan lebih eksis dan dapat mempromosikan sekolah.

Menurut wanita yang sekaligus menjabat Kepala SMK YPKK Tepus ini, sasaran dari kegiatan terdiri dari komponen dari Kepala Sekolah, operator, kurikulum, tata usaha, kesiswaan, humas, sarana prasarana, kepala program, guru dan siswa, sedangkan pembiayaan kegiatan didapatkan dari dana swadaya sekolah masing-masing, didukung Dinas Dikpora DIY, Balai Tekkomdik DIY dan BLPT Yogyakarta.

"Nah, untuk pelaksanaannya hari pertama Senin 19 September 2022 diikuti kepala sekolah dan operator dibuka oleh Kepala Disdikpora DIY MPd Didik Wardaya, lalu Rabu 21 September 2022 oleh kurikulum dan tata usaha, Senin 26 September 2022 dengan peserta kesiswaan dan humas, pelaksanaan ke empat pada Rabu 28 September 2022 peserta wakasarpras dan Kaprodi dan hari ini terakhir Senin 3 Oktober 2022 pesertanya terdiri dari guru dan siswa," ungkap dia.

Ditambahkan, dari 38 SMK yang menjadi peserta akan mendapatkan Aplikasi DIY SIPP secara gratis untuk dikembangkan di sekolah masing- masing, aplikasi tersebut memuat delapan standar SPME dan SPMI. 

Seusai acara akan ada pendampingan kepada seluruh sekolah selama 21 hari kemudian akan dilaksanakan gebyar atau launching Aplikasi DIY SIPP.

"Launching akan diadakan dihadapan guru, siswa termasuk orang tua nanti akan dilakukan di salah satu gedung pemerintah mengenai lokasinya akan kita diskusikan. Harapan kami nanti akan ada rekor MURI, jadi semua siswa, orang tua dan masyarakat bisa upload ini, jadi aplikasi ini akan bisa didonwload di playstore dan yang mendapatkan ini hanya saja, sekolah SMK yang telah menjadi peserta ToT," imbuh dia.

Sementara itu, Supriyanta selaku arsitek atau penggagas Aplikasi DIY SIPP mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan FKKSS DIY membangun kemitraan dengan membangun pemetaan berbasis teknologi, sistem akan dikelola oleh FKKSS dan nantinya akan didirikan balai latihan inovasi sekolah (BLIS).

"Ini merupakan tahap awal, selain pembagian aplikasi, nanti akan ada training of trainer, yang ketiga kita akan bikin Science of Techno Park (STP) bekerjasama dengan BLPT, keempat semua sekolah akan di SLP-kan termasuk siswanya sehingga memiliki kompetensi dengan lisensi SLP dan akan dibuat marketplace nanti akan ada produk Anugerah Jogja Nusantara serta akan dibikin education center," katanya.

Baca juga: Pengakuan Suporter yang Minta Polisi Tak Tembakan Gas Air Mata ke Tribun Penonton

Pada sistem yang telah berstandar ISO 9001 2015 ini, beber dia, lebih fokus kepada manajemen sekolah, bukan hanya soal absensi saja, bisa didownload bagi masyarakat luas dengan loging sebagai tamu, terdapat 38 fitur.

"Di aplikasi ini kita tidak jual adsende, ngak ada subscribe, tidak ada iklan, hanya di tabel paling bawah nanti akan dicantumkan sponsor yang mendukung sistem ini," bebernya.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Drs Suhirman mengatakan Teknis Training of Trainer (TOT) sangat bermanfaat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, pihaknya juga mengapresiasi atas inovasi Aplikasi DIY SIPP.

"TOT ini merupakan peluang untuk meningkatkan mutu seluruh elemen mulai guru, sekolah, kepala sekolah termasuk para siswa, kami berharap melalui kegiatan ini bisa mengangkat mutu sekolah, khususnya bagi sekolah swasta di DIY," kata Suhirman. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved