Tragedi Stadion Kanjuruhan

Usut Tragedi Kanjuruhan, Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta, Dipimpin Mahfud MD

TGIPF ini berisikan pejabat kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepakbola, pengamat, akademisi, dan media massa.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang memakan 125 korban jiwa.

Untuk mengusut tuntas tragedi memilukan tersebut, pemerintah pun membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

TGIPF ini berisikan pejabat kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepakbola, pengamat, akademisi, dan media massa.

Anggotanya akan segera ditetapkan oleh pemerintah dan akan langsung bekerja untuk mengungkap tragedi tersebut.

Adapun TGIPF ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Pembentukan TGIPF ini dibentuk dalam rapat koordinasi khusus yang diikuti oleh Sesmenko PMK Yohanes Baptista, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga Kemenpora Chandra Bhakti. 

Kemudian, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Wakabaintelkam Polri Irjen Pol Merdisyam, Ketua Umum KONI Marciano Norman, Deputi II KSP Abetnego Panca Putra Tarigan, Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani, dan Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Adapun rapat digelar pada Senin (3/10/2022) siang.

“Untuk mengungkap perisitwa Kanjuruhan yang terjadi tanggal 1 Oktober 2022, maka pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang akan dipimpin langsung Menko Polhukam,” ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/10/2022) siang seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Suporter PSIS Nyanyikan Salam Satu Jiwa Arema, Solidaritas untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Langkah Kapolri Usut Tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan, Bentuk Tim Khusus Lintas Divisi

Mahfud mengatakan, TGIPF tragedi Kanjuruhan ini akan bertugas sekitar 2-3 pekan kedepan.

“Itu tugasnya kira-kira diupayakan selesai 2 sampai 3 minggu ke depan,” ujar Mahfud.

Ia juga meminta Polri dalam beberapa hari ke depan segera mengungkap pelaku yang terlibat dalam tindak pidana pada tragedi ini.

“Karena tentunya sudah diumumkan siapa pelaku pidana yang sudah memenuhi syarat untuk ditindak dan diminta Polri melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat,” kata dia.

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupatan Malang, setelah pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Arema FC kalah 2-3 di kandang sendiri, Sabtu (1/10/2022).

Pihak kepolisian menembakan gas air mata ke arah penonton.

Akibatnya, 125 orang meninggal dunia. Mereka rata-rata meninggal dunia karena terinjak-injak dan sesak napas. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved