Soal Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, AHY Sebut Sebagai Lembar Kelam Dunia Olahraga Nasional

Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang terjadi pada 01 Oktober sebagai

KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 

Laporan Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang terjadi pada 01 Oktober sebagai peristiwa kelam dalam dunia olahraga di Indonesia.

"Sekali lagi jumlah korbannya banyak sekali, sulit untuk diterima dengan logika hari ini. Oleh karena itu menurut saya, 1 Oktober selamanya tidak hanya akan dikenang sebagai Hari Kesaktian Pancasila, tetapi juga menjadi lembar yang hitam, lembar kelam dalam dunia olahraga nasional kita. Karena tragedi kemarin itu ternyata terburuk nomor dua dalam sejarah persepakbolaan di dunia. Memilukan dan juga tentunya, mohon maaf memalukan," ujarnya saat menghadiri pelantikan DPC Partai Demokrat di Hotel Artos Kota Magelang, pada Senin (03/10/2022).

Baca juga: Kampanye Cinta Lingkungan, Maxi Day Yamaha Gelar Penanaman Bibit Pohon Cemara Udang

Ia menambahkan, atas kejadian luar biasa itu agar dilakukan investigasi dan pengusutan secara tuntas.

Serta, menyerukan agar hukum ditegakkan secara adil agar kejadian serupa tidak akan pernah terjadi lagi.

"Harus dilakukan investigasi secara menyeluruh dan tuntas, sepakat? satu nyawa hilang saja sudah terlalu banyak, apalagi ratusan. Padahal seharusnya itu adalah sebuah ajang yang membawa kegembiraan untuk masyarakat kita. Kita semua menyerukan agar hukum ditegakan secara adil. Mengapa? ya karena kita tidak ingin tragedi semacam itu terjadi di tempat-tempat yang lain. sepakat? cukuplah, sudahlah," ucapnya.

Tak lupa, ia pun mendoakan agar para korban yang meninggal dunia kusnul khatimah serta diampuni segala dosa.

Baca juga: Bupati Gunungkidul Hadiri Aksi Solidaritas Bagi Korban di Stadion Kanjuruhan Malang 

Sementara itu, untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kelapangan dada.

"Hanya itu yang bisa kita lakukan untuk sedikit mengurangi rasa duka dan kehilangan. Doa yang tulus, bantuan yang ikhlas dan ini prinsip dalam berkehidupan hanya dengan itu kita bisa terus berkontribusi dengan baik, tapi kita juga menuntut pertanggungjawaban dari semua pihak yang harusnya bertanggungjawab dalam tragedi tersebut," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved