Berita Jogja Hari Ini

Sebanyak 98 Persen KPM di DI Yogyakarta Telah Menerima BLT BBM

Pemerintah Daerah DIY memberikan bantuan langsung tunai (BLT) sejak September lalu. Saat ini sudah 98 persen keluarga penerima manfaat (KPM) telah

KOMPAS.com/NURWAHIDAH
lustrasi uang 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah DIY memberikan bantuan langsung tunai (BLT) sejak September lalu. Saat ini sudah 98 persen keluarga penerima manfaat (KPM) telah menerima BLT BBM

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan ada 373.847 penerima BLT BBM.

Warga yang menerima BLT BBM ada warga yang tercatat dalam program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan nontunai (BPNT), dan PKH yang tidak menerima BPNT. 

Baca juga: Info Nonton Live Inter vs Barca, SCTV/Champion TV Channel Partners UEFA

"Jadi ditambah dengan subsidi BBM, Rp150ribu, yang diberikan selama empat bulan. Bantuan disalurkan dua bulan sekali, untuk yang September dan Oktober jadi Rp300ribu, sudah kami salurkan September kemarin. Nanti bulan November akan berikan lagi, Rp300ribu lagi," katanya, Senin (03/10/2022). 

"Sekarang sudah 98 persen. Harapannya minggu ini selesai. Sampai saat ini masih berproses karena kemarin ada penambahan," sambungnya. 

Endang memastikan BLT BBM yang diberikan tepat sasaran. Hal itu karena pihaknya sudah melakukan verifikasi dan validasi data. Di tambah lagi pihaknya melakukan monitoring secara rutin. Sehingga selain tepat sasaran, juga meminimalkan penyelewengan. 

"Saya selalu berkoordinasi dan melakukan  pengawasan dengan pendamping, korkab, korcam, korwil, sehingga tepat sasaran. Setiap hari saya minta data, insyaallah sampai saat ini tidak ada laporan penyelewengan, saya pantau betul-betul," terangnya. 

Terpisah, Executive General Manager Kantor Cabang Utama Pos Yogya, Fahdian Hasibuan menambahkan penyaluran BLT BBM sudah mencapai 98 persen.

Baca juga: Kuliner Jogja Yang Menyediakan View Pesawahan, Yuk Healing Kesini

Namun ada bantuan yang tidak tersalurkan. 

Ia mencatat ada sekitar 3.000 yang tidak tersalurkan karena berbagai sebab. 

"Penyaluran sudah 98 persen. Sekitar 3.000 tidak tersalurkan karena berbagai sebab. Seperti meninggal dunia KK tunggal, pindah, sudah mampu, double bantuan," imbuhnya. (maw) 

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved