Berita Kulon Progo Hari Ini

Puluhan Pelajar SMAN 1 Wates Gelar Aksi Pertanyakan Dugaan Intimidasi Masalah Pengadaan Seragam

Puluhan Siswa di SMAN 1 Wates , Kulon Progo menggelar aksi untuk mempertanyakan adanya dugaan intimidasi yang dialami oleh wali siswa saat mempertanya

TRIBUNJOGJA.COM/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Puluhan siswa dari perwakilan kelas X-XII di SMAN 1 Wates menggelar di halaman kantin sekolah setempat. Aksi dilakukan untuk mempertanyakan adanya dugaan intimidasi yang dialami oleh wali siswa saat mempertanyakan soal pengadaan seragam sekolah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Puluhan Siswa di SMAN 1 Wates , Kulon Progo menggelar aksi untuk mempertanyakan adanya dugaan intimidasi yang dialami oleh wali siswa saat mempertanyakan soal pengadaan seragam sekolah

Aksi dilaksanakan dengan membentangkan beberapa spanduk bertuliskan "apa salahnya bertanya, "ada apa dengan sekolah".

"Kita dari perwakilan gabungan siswa kelas X-XII lebih dari 20 orang, yang memiliki keresahan yang sama. Tadi sebenarnya aksi hanya untuk menanyakan pada pihak sekolah. Karena akhir-akhir ini ada kasus yang beredar di media elektronik yaitu ada peristiwa penyekapan dan lainnya," kata Fidelio Zaqiel, Perwakilan siswa dalam aksi yang dilaksanakan di Halaman Kantin SMAN 1 Wates , Senin (3/10/2022). 

"Tapi tadi sudah melakukan pertemuan dengan pihak terkait dan mereka memberikan klarifikasi. Dan untuk pihak terkait telah menjelaskan dari sudut pandang mereka dan kami dari para peserta aksi yang menanyakan kepada pihak sekolah sementara dapat menerima penjelasan dari pihak terkait," sambungnya. 

Baca juga: Dugaan Penyekapan dan Intimidasi yang Libatkan Pihak SMA Negeri di Wates, Sekda DIY Tegaskan Ini

Dia melanjutkan, pihak terkait juga telah menjelaskan bahwa ada beberapa perilaku yang memang tidak terjadi. 

Terkait kain seragam, ia mengakui adanya perbedaan kualitas. Namun, untuk melihat kualitas kain juga harus ada uji tertentu. 

"Kalau dari tahun saya sama (kelas 11 dengan kelas 10), hanya agak berbeda dengan kelas 12, tapi sudah disampaikan oleh yang mengatur seragam siswa untuk kain kurang tau. Karena dari kain sendiri kita lihat dari segi kualitas ada uji tertentu, seperti apa yang memang baru bisa menjelaskan kain antar kelas ini dan ini memang cukup berbeda kualitasnya," jelasnya. 

"Jika dipandang secara kasat mata, tidak bisa membuktikan kain itu adalah kain yang berkualitas tinggi atau rendah, jadi harus ada tes khusus," imbuhnya. 

Pasca aksi tersebut, ia hanya menunggu hukum yang sedang berjalan. 

"Karena tadi dari pihak terkait sudah menjelaskan beberapa hal dan kita dari para peserta aksi sudah menerima, sekarang kita hanya bisa melihat hukum. Karena sekarang yang berjalan hanyalah dari pihak hukum, kita harap semoga dari pihak hukum lancar dan akhirnya kita lihat dan keadilan yang keluar ditegakkan dan tidak ada pihak yang dirugikan," harapnya.

Fidelio menyampaikan pengadaan seragam di sekolahnya sesuai yang tertera di Kemendikbud. Sehingga dikoordinir oleh paguyuban orang tua (POT) siswa. Adapun, pihak sekolah tidak terlibat dalam pengadaan seragam tersebut. 

Baca juga: Pertamina Kembali Lakukan Penyesuaian Harga BBM per 1 Oktober, Warga Diminta Jangan Bingung

Terpisah, Kepala SMAN 1 Wates, Aris Suwasana melanjutkan, para siswa yang menggelar aksi telah dipertemukan dengan pihak terkait. 

"Sehingga usai aksi kami giring (para peserta aksi) ke ruang sidang untuk menerima penjelasan dari para narasumber. Kami kumpulkan POT, Satpol PP, Komite sekolah, Balai Dikmen dan Kasi Layanan Dikmen Kulon Progo," ucapnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved