Pemda DIY harus Kerja Cepat Wujudkan Kesejahteraan, Kemakmuran Dan Ketentraman Masyarakat

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY menegaskan hal tersebut jelang prosesi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY oleh Presiden di Istana.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Pakualam X yang telah ditetapkan oleh DPRD DIY pada 9 Agustus 2022 sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2022 - 2027 harus segera bekerja keras dan cepat untuk jalankan kebijakan pembangunan guna mengatasi problem kemiskinan, ketimpangan dan dampak pandemi Covid-19.

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY menegaskan hal tersebut jelang prosesi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

"Pemda DIY jelas harus kerja keras, kerja cepat atasi problem kemiskinan, pengangguran. Pemda harus bisa membahagiakan hatinya rakyat," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Senin (3/10/2022).

Secara khusus, Pemda DIY diharapkan juga memberikan perhatian lebih ke daerah perbatasan terutama di sektor infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

"Pemda DIY sudah memiliki Peraturan Daerah Nomor 3/2020 tentang Pembangunan Daerah Perbatasan. Ke depan didorong kerjasama dengan daerah lain, mohon doanya, saat ini sedang berjalan pansus kerjasama. Keberadaan pihak ketiga maupun pemda lain juga luar negeri penting, pembangunan butuh dukungan anggaran yang memadai," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Sesuai dengan Perda DIY Nomor 3/2020 tentang Pembangunan Wilayah Perbatasan di DIY disebutkan sudah dua tahun ditetapkan.

Ada tiga hal utama yang bisa jadi priorities pembangunan yaitu infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

Akses terhadap kesehatan bagi masyarakat dan warga di wilayah perbatasan penting agar mereka tak terlalu jauh-jauh ke kota untuk mendapatkan pelayanan publik.

"Bagaimana layanan kesehatan di Samigaluh -Gedangsari, Tegalsari, Karangmojo dan seterusnya. RS tipe D atau C bisa di wujudkan misalnya. Saat ada yang sakit tidak perlu jauh-jauh, ada dokter speaialis, ibu mengandung bisa segera ditangani," kata Eko Suwanto.

Untuk pembangunan infrastruktur jalan di perbatasan yang belum bagus, akses infrastruktur jalan antar wilayah penting. Termasuk pembangunan infrastruktur jalan di kawasan rawan bencana selection di Gedangsari berbatasan dengan Gantiwarno, Wonogiri.

"Nah, ini jelas butuh kerjasama dengan pemda Jawa Tengah. Bukan hanya banging JJLS, tapi juga bekerjasama dengan Jawa Tengah bangun infrastrukturnya. Harapan kita, masyarakat bisa mendapatkan layanan publik yang lebih baik," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Seperti diketahui, Pemda DIY selama 10 tahun terakhir dengan Keistimewan yang dimiliki terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan.

"Skema pembangunan DIY dengan anggaran Rp 8,8 trilliun, masih belum mencukupi. Partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan. Sudah ada BKK untuk kalurahan, kita dorong optimalisasinya," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Berkaitan dengan segera dilantiknya Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Pakualam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur oleh Presiden Jokowi, DPRD DIY akan terus ajak masyarakat berpartisipasi, awasi proses pembangunan agar rakyat jadi subyek Keistimewaan DIY.

"Kita dorong ada Musrenbang Keistimewaan selaras dengan Musrenbang DIY untuk mermbangun dan mambawa kesejahteran seluruh rakyat DIY, " kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY.

Jelang momen pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY disebutkan pemda perlu memberi makna dengan kerja keras dan kerja cepat.

"Situasi paska pandemi Covid-19 tidak perlu ada hal yang mewah saat sambut prosesi pelantikan. Kerja keras dan bekerja cepat hal yang lebih utama, bagaimana ke depan pemda DIY bisa lebih banyak ciptakan peluang bekerja bagi masyarakat," kata Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini. (rls)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved