Intimidasi seragam sekolah

Klarifikasi SMAN 1 Wates Soal Dugaan Intimidasi di Kantor Satpol PP, Kepsek : Kami Minta Dimediasi

Kepala SMAN 1 Wates, Aris Suwasana mengklarifikasi jika tidak ada intimidasi terhadap Agung Purnomo oleh sejumlah orang di Kantor Satpol PP

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kepala SMAN 1 Wates, Aris Suwasana mengklarifikasi jika tidak ada intimidasi terhadap Agung Purnomo oleh sejumlah orang di Kantor Satpol PP Kulon Progo pada Kamis (29/9/2022) lalu.

Aris menyampaikan kedatangan dirinya beserta jajarannya dan beberapa orang ke Kantor Satpol PP Kulon Progo dalam rangka ingin dimediasi dengan pihak yang ingin mengklarifikasi terkait jual beli seragam.

Sebab, lanjutnya, saat berembuk pertama di sekolah terkait pengadaan seragam dengan orang tua siswa, suasananya dinilai kurang kondusif.

Sehingga, ia meminta agar Satpol PP melakukan mediasi.

"Saya bukan mengintimidasi tapi ingin difasilitasi oleh Satpol PP, karena ada orang tua siswa yang digenahke (dijelaskan) agak emosi, gebrak meja. Terus saya minta bantuan Satpol PP yang netral," ujar Aris, Minggu (2/10/2022).

Dia menjelaskan, pihak sekolah mengacu pada Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Pasal 3 dan 4, serta SE Disdikpora DIY Nomor 421/06537 tanggal 7 Juli 2022 Tentang Kebijakan Seragam Sekolah.

Sehingga, ia menyerahkan pengadaan seragam ke orang tua siswa. Pengadaan seragam di SMAN 1 Wates dikoordinasi oleh paguyuban orang tua (POT).

"Seragam, kami menunjuk salah satu orang tua siwa. Di situ muncul tentang seragam sekolah bagaimana. Akhirnya, membentuk sebuah paguyuban yang dikoordinir orang tua siswa semua. Disampaikan bahwa pengadaan seragam disetujui atau tidak, dan tidak ada yang tidak usul tidak setuju, artinya semua setuju. Dari POT langsung mencari rekanan (pengadaan seragam). (POT) tanya sama pihak sekolah, yang kemarin-kemarin di mana? Akhirnya menunjuk toko yang sering melayani," jelas Aris.

Aris mengatakan, "ternyata setelah dibagi tidak ada yang komplain. Seumpama dia (orang tua siswa) komplain tetap dikembalikan. Kami juga tidak memaksa mereka untuk memakai itu enggak," imbuhnya.

Bahkan, lanjut Aris, sekolah memperbolehkan siswanya bisa memakai seragam kakak tingkatnya yang sudah lulus.

"Jadi yang pesan silakan, seragam OSIS, pramuka, identitas. (orang tua) ngisi, boleh pesan satu, pesan dua, boleh tidak pesan sama sekali. Ada sepuluh yang tidak pesan seragam, bukti ada. Dan ada yang cuma pesan sebagian," ucapnya.

Baca juga: Dugaan Intimidasi Soal Seragam Sekolah di Kulon Progo, Agung Pilih Lapor ke Polda DIY

Terpisah, Kepala Satpol PP Kulon Progo, Sumiran, membantah adanya intimidasi yang dilakukan kepada pelapor yang juga menjabat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kulon Progo.

"Itu (pertemuan untuk) klarifikasi, diundang pertemuan di Satpol PP berkaitan pengadaan seragam. Setelah rampung, bali (pulang)," ucapnya.

Dialog

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved