Intimidasi seragam sekolah

Dugaan Intimidasi Soal Seragam Sekolah di Kulon Progo, Agung Pilih Lapor ke Polda DIY

Agung mengaku sudah membandingkan dengan harga yang ada di toko-toko seragam lain dan ada selisih harga.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Agung Purnomo, didampingi LBH Yogya sedang melaporkan kasus dugaan intimadasi dan penyekapan di Mapolda DIY, Sabtu (1/10/2022) 

Disusul Komite SMAN 1 Wates, Sarji yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kulon Progo.

Kemudian, menyusul lagi dua perwakilan paguyuban orang tua (POT) yang seharusnya mewakili orang tua/wali murid.

"Mereka menginterogasi saya. ‘Mengapa kamu mempertanyakan pengadaan seragam’," terang Agung menceritakan.

Dalam dialog tersebut, lanjut Agung, paling banyak berperan adalah AR.

Sedangkan lainnya hanya ikut menambahi.

AR diketahui adalah alumni SMAN 1 Wates.

Diduga, peran AR dalam perkara ini karena dia merasa menjadi bagian alumni sekolah tersebut.

Di ruangan itu, Agung mencoba menjelaskan.

Sebagai wali murid, dirinya berhak bertanya soal pengadaan seragam di sekolah yang menurut dia harganya mahal namun tidak sebanding dengan kualitasnya.

Agung mengaku sudah membandingkan dengan harga yang ada di toko-toko seragam lain dan ada selisih harga.

Data itu yang menjadi pegangan dirinya untuk bertanya bagaimana mekanisme pengadaan seragam tersebut.

Namun, oleh pihak sekolah Agung dianggap sebagai pembuat gaduh.

Pemanggilan Agung ke kantor Satpol PP itu diduga sudah dirancang.

Menurutnya, bertujuan agar dia diam dan tidak melaporkan ke mana-mana perkara pengadaan seragam tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved