Intimidasi seragam sekolah

Dugaan Intimidasi Soal Seragam Sekolah di Kulon Progo, Agung Pilih Lapor ke Polda DIY

Agung mengaku sudah membandingkan dengan harga yang ada di toko-toko seragam lain dan ada selisih harga.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Agung Purnomo, didampingi LBH Yogya sedang melaporkan kasus dugaan intimadasi dan penyekapan di Mapolda DIY, Sabtu (1/10/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Agung Purnomo sedang berada di kantornya, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kulon Progo pada Kamis (29/9/2022) siang.

Agung juga merupakan wali murid di SMAN 1 Wates. Bersama sejumlah wali murid lain, dia aktif mempertanyakan soal pengadaan seragam di sekolah itu.

Kamis siang itu, sekitar pukul 14.00 WIB, saat sedang bekerja tiba-tiba ponselnya berdering.

Ia diminta datang ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulon Progo.

Waktu itu, yang terlintas di benak Agung, panggilan tersebut untuk koordinasi terkait tugas kepegawaian di daerah.

Namun ternyata tidak.

"Semacam upaya pembungkaman," ucapnya, saat ditemui Tribun Jogja, setelah membuat laporan dugaan penyekapan dan intimidasi di Polda DIY, Sabtu (1/10/2022) siang.

Agung mengisahkan kronologi kejadian itu.

Setelah mendapatkan telepon itu, dirinya bergegas datang.

Jarak kantornya dengan kantor Satpol PP Kulon Progo tidak begitu jauh.

Hanya sekitar 10 menit perjalanan sudah sampai.

Ia langsung ditemui oleh oknum personel Satpol PP Kulon Progo, berinisial AR. Kemudian langsung dibawa masuk ke ruangan Kepala Satpol (Kasat) PP Kulon Progo.

Di ruangan itu, sudah ada Kasat. Agung masuk ke dalam ruangan bersama AR.

Tak berselang lama, tiba-tiba datang Kepala Sekolah SMAN 1 Wates, didampingi Waka Sarpras dan Waka Kesiswaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved