Bacaan Doa

Belasungkawa Tragedi Kanjuruhan, Begini Niat dan Tata Cara Salat Gaib Untuk Para Korban

Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan kurang lebih 127 orang saat laga Liga 1 Arema Vs Persebaya masuk dalam catatan sejarah kelam dunia.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
ILUSTRASI SALAT GAIB 

TRIBUNJOGJA.COM - Tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan yang menewaskan kurang lebih 127 orang saat laga Liga 1 Arema Vs Persebaya masuk dalam catatan sejarah kelam dunia.

Tercatat ratusan penonton menjadi korban dalam tragedi yang terjadi pada Sabtu, 1 Oktober 2022 itu.

Ungkapan duka untuk korban Tragedi Kanjuruhan datang dari berbagai daerah, bahkan penjuru dunia.

Sebagai umat muslim, sudah selayaknya turut bersedih atas musibah ini.

Dan salah satu kewajiban sesama Muslim adalah melakukan shalat ghaib.

Berikut hukum, bacaan doa serta tata cara melaksanakan salat gaib ;

Hukum Melaksanakan Salat Gaib

“Ghaib” artinya tidak ada.

Salat Ghaib adalah salat jenazah yang dilakukan seseorang ketika jasad si mayit sudah dimakamkan atau salat yang dilakukan dari jarak yang jauh dari jenazah.

Para ulama menyamakannya dengan qadha atas seorang yang berada di suatu negeri sementara ia bisa menghadirinya.

Yang menjadi pedoman adalah ada tidaknya kesulitan untuk mendatangi tempat si mayit.

Jika sekiranya sulit untuk mendatanginya walaupun berada di negerinya, misalnya karena sudah tua atau sebab lain maka salat hgaibnya sah.

Sedangkan jika tidak ada kesulitan maka shalatnya tidak sah walau berada di luar batas negeri yang bersangkutan.” (dalam kitab I’anatut Thalibin)

Jika seorang menyalati jenazah di hari meninggalnya setelah dimandikan, hukumnya adalah sah, sebagaimana pendapat Imam Ar-Rayani.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved