Hari Kesaktian Pancasila

Presiden Jokowi Ajak Bangsa Indonesia Berpegang Teguh pada Pancasila

Presiden Jokowi menyatakan zaman boleh berubah, namun bangsa Indonesia harus tetap berpegang teguh terhadap Pancasila.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dok.UOB Indonesia
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam UOB Economy Outlook 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Momen peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Sabtu (1/10/2022) hari ini dimanfaaatkan oleh Presiden Jokowi untuk mengajak kepada rakyat Indonesia untuk tetap berpengang teguh terhadap Pancasila.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi melalui unggahannya di akun Twitternya @jokowi.

Dalam unggahannya, Presiden Jokowi menyatakan zaman boleh berubah, namun bangsa Indonesia harus tetap berpegang teguh terhadap Pancasila.

Pancasila menurut Presiden Jokowi adalah pemersatu bangsa yang mampu menjadi tameng dari beragam tantangan yang mengancam persatuan dan keberagaman bangsa Indonesia.

"Zaman boleh berubah, arus globalisasi menderas, tapi bangsa Indonesia akan tetap berpegang teguh pada Pancasila," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com yang mengutip akun Twitter resmi Presiden Jokowi @jokowi, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Respon Menkeu Sri Mulyani Diminta Eman-eman APBN oleh Presiden Jokowi

"Ideologi yang digali dari akar dan karakter bangsa Indonesia, terbukti mampu menjadi tameng menghadapi aneka tantangan yang mengancam persatuan dan kemajemukan kita," lanjut dia.

Hari Kesaktian Pancasila jatuh setiap 1 Oktober.

Peringatan ini dilakukan sehari setelah peringatan pemberontakan Gerakan 30 September atau G30S PKI.

Harian Kompas, 27 September 1966, memberitakan, Hari Kesaktian Pancasila mulai diperingati pada 1966, melalui Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat (AD) Jenderal Soeharto.

Surat keputusan tertanggal 17 September 1966 itu memerintahkan, seluruh pasukan AD, pasukan angkatan lain, serta masyarakat harus turut memperingati Kesaktian Pancasila.

Tujuannya untuk mengingat jasa Pahlawan Revolusi, korban pengkhianatan G30S PKI yang ingin menghancurkan Pancasila. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved