Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Wisata Berbasis Kearifan Lokal Yogya Jadi Primadona Turis Mancanegara, Terbukti Kunjungan Meningkat

Tren positif terus terlihat dimana Juni 2022 kunjungan meningkat menjadi 369  wisman, serta Juli sebanyak 809 wisman.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tren kunjungan turis mancanegara untuk berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kenaikan menjelang akhir 2022 kali ini.

Badan Pusat Statistik ( BPS ) DIY mencatat tren peningkatan kunjungan wisatawan ke DIY dimulai sejak April 2022 dengan jumlah 35 wisman, kemudian memasuki Mei jumlah wisatawan asing bertambah menjadi 260 orang. 

Tren positif terus terlihat dimana Juni 2022 kunjungan meningkat menjadi 369  wisman, serta Juli sebanyak 809 wisman.

Hingga Juli 2022 tercatat total ada 1.473 kunjungan wisatawan mancanegara. 

Baca juga: 3 Spot Wisata Jogja Terbaru 2022, Sudah Pernah Kesini?

Kunjungan turis asing masih didominasi turis asal Asia Tenggara dengan rincian Malaysia 910 wisatawan. 

Meski demikian turis Eropa juga sudah mulai berdatangan.

Tercatat sejak April hingga Juli 2022 dari Prancis sebanyak 47 wisatawan, Belanda 51 wisatawan, Inggris 26 wisatawan, dan Jerman 25 wisatawan. 

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menjelaskan jumlah kunjungan selama tiga bulan terakhir belum terekap secara detail dari setiap objek wisata

Akan tetapi sejak Juli 2022 lalu tren kunjungan turis asing ke DIY mulai meningkat. 

Hal itu dpat dilihat dari pengamatan kasat mata di lapangan, baik di objek wisata maupun di bandara dan stasiun. 

Mereka mayoritas mengunjungi destinasi wisata alam berbasis kearifan lokal dan sejarah.

“Kalau dari sisi jumlah belum dapat update, kalau dari lihat pengamatan baik Bandara YIA, Tourist Information Center dan aktivitas pengamatan lain memang cukup meningkat semenjak Juli Agustus September ini,” kata Singgih, Jumat (30/9/2022).

Dijelaskan, sejumlah turis Eropa justru menyukai wisata alam di desa wisata dengan paket yang mungkin menurut banyak orang dianggap remeh temeh. 

Di antaranya kegiatan jalan-jalan ke sawah atau kebun, menanak nasi dengan tungku tradisional hingga membuat suvenir sederhana. 

Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Jogja 2022, dari Kebun Binatang, Candi Hingga Pemandangan Laut

Singgih mengatakan seringkali hal yang sudah biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat desa justru sangat menarik bagi turis asing. 

Hal ini disebabkan kemungkinan mereka tidak menemukan aktivitas serupa di negaranya. 

“Belum lama ini saya mendapatkan laporan turis mancanegara ini sangat menikmati paket wisata yang dibikin teman-teman pemuda di sana. Bentuknya sangat biasa seperti menanak nasi dengan tungku tradisional, ternyata turis asing sangat menikmati,” ujarnya. 

Ia mendorong pengelola objek wisata seperti di desa wisata agar membuat paket wisata dengan menghadirkan pengalaman bagi turis asing, sehingga mereka merasa berkesan. 

“Memang untuk desa wisata masih perlu pendampingan terkait pembuatan paket wisata,” pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved