Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif: Ambisi Ratu Tenis Indonesia, Yayuk Basuki Mengawal Olahraga Lewat Jalur Politik

Yayuk Basuki, petenis legendaris Indonesia asal Yogyakarta ternyata punya kesibukan yang padat pasca gantung raket dari dunia tenis sejak tahun 2004

TRIBUNJOGJA.COM/Taufiq Syarifudin
Yayuk Basuki saat berbincang dengan wartawan di Kantor Tribun Jogja beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yayuk Basuki, petenis legendaris Indonesia asal Yogyakarta ternyata punya kesibukan yang padat pasca gantung raket dari dunia tenis sejak tahun 2004 silam.

Beberapa waktu lalu, Tribun Jogja berkesempatan untuk berbincang langsung dengan perempuan yang dijuluki Ratu Tenis Indonesia ini.

Yayuk bercerita banyak hal, beberapa diantaranya ia pernah diboyong ke luar Indonesia untuk menjadi pelatih tenis, hingga membawa atletnya menembus peringkat 200 besar dunia yang semula bercokol di peringkat 400an.

Kemudian Yayuk juga bercerita soal menjual mobil-mobil pribadi milikinya untuk kembali memegang raket setelah pensiun. 

Saat ini Yayuk telah berusia 51 tahun masih aktif bekerja di sejumlah organisasi seperti KONI pusat, Indonesian Olympian Association (IOA), hingga menjadi anggota dewan.

Baca juga: Travelxism Dorong Digitalisasi Desa Wisata Lewat Pelatihan Pemasaran Digital

Berikut cuplikan wawancara eksklusif Yayuk Basuki bersama Tribun Jogja:

1. Apa saja kesibukan Yayuk Basuki setelah pensiun dari tenis?

Ketua IOA, anak buah kita semua adalah atlet yang pernah tampil Olimpik
Saya di KONI Pusat di Waketum 5, mobilisasi sumber daya, dan kesejahteraan pelaku olahraga. Di NOC (National Olympic Committee) di sana sebagai ketua Komisi Atlet
Masih di seputar olahraga

2. Proses regenerasi atlet tenis bagiamana? Bahkan kabarnya di tahun 2010 Yayuk kembali bermain.

Pada usia 32 tahun sempat gantung raket, lalu waktu 37 tahun saya pegang raket lagi. Gemes sekali karena anak-anak belum ada yang jadi petenis yang berprestasi, saya latihan keras lagi, bagaimana mengimbangi, hingga menarik mereka untuk mendukung. 

Saya pikir bisa kasih inspirasi, biar mereka termotivasi masak kalah sama ibu-ibu yang sudah punya anak.

Di garasi ada sejumlah mobil saya jual, untuk saya travelling ikut turnamen. Saya tour ke Eropa, Asia. Sampai saya masih dampingi Asian Games 2010, terakhir saya tampil di Australian Open 2010.

Saya ingin beri inspirasi, apa yang kita punya investasikan, karena itu untuk masa depan mereka

3. Yayuk Basuki sempat melatih atlet tenis di luar negeri, bagaimana ceritanya?

Karena saya sering tour di luar negeri, ada anak didik malah di luar negeri. Tapi dalam perjalanannya saya mengalami cedera, harus operasi. Mereka juga travelling, ada dari China, Jepang, Ukraina. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved