Liga Italia

SERIE A: Pekerjaan Rumah Inter Milan Jelang Laga Kontra AS Roma di Pekan ke-8 Liga Italia

Beberapa hal harus diperbaiki Inter Milan jelang laga kontra AS Roma, Sabtu (01/09/2022), di San Siro.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Isabella BONOTTO / AFP
Ismael Bennacer vs Hakan Calhanoglu di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Inter Milan di stadion San Siro di Milan pada 3 September 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM - Inter Milan masih tercecer di urutan ke-7 hingga pekan ke-8 Serie A, terpaut satu poin dari AS Roma yang ada di peringkat ke-6 dan unggul dua poin atas Juventus di peringkat ke-8.

Lautaro Martinez saat Inter Milan mengalahkan Cremonese dengan skor 3-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (31/8/2022).
Lautaro Martinez saat Inter Milan mengalahkan Cremonese dengan skor 3-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (31/8/2022). (Twitter @ Inter Milan)

Permainan yang belum padu membuat Inter Milan masih tertahan di papan tengah.

Jelang menghadapi AS Roma, ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan Simone Inzaghi selaku alenatore Inter Milan, antara lain :

1.       Perbaiki Serangan

Mike Maignan vs Stefan De Vrij dan Edin Dzeko di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Inter Milan 3 September 2022 di Siro Siro Milan, Italia.
Mike Maignan vs Stefan De Vrij dan Edin Dzeko di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Inter Milan 3 September 2022 di Siro Siro Milan, Italia. (Nderim Kaceli / NurPhoto / NurPhoto via AFP)

Pada musim 2020/21, saat menjadi kampiun Liga Italia, Inter Milan adalah salah satu tim yang memiliki atribut serangan paling komplit.

Duet Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku di lini depan Inter Milan begitu mengerikan untuk bek – bek lawan.

Kepergian Romelu Lukaku ke Chelsea membuat daya gedor Inter Milan cenderung menurun.

Meski pada musim ini Romelu Lukaku kembali ke Inter Milan, pola serangan Inter Milan masih kurang baik.

Sejauh ini, Inter Milan hanya surplus 2 gol dengan mencetak 13 gol dari 7 pertandingan, dan jumlah kebobolan 11 gol.

2.       Tidak Mengandalkan Satu – Dua Pemain Saja

Nicolo Barella saat Inter Milan mengalahkan Cremonese dengan skor 3-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (31/8/2022).
Nicolo Barella saat Inter Milan mengalahkan Cremonese dengan skor 3-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (31/8/2022). (Twitter @ Inter Milan)

Lautaro Martinez menjadi pusat permainan Inter Milan, hal ini membuat permainan tim buntu ketika pemain asal Argentina itu berhasil dimatikan lawan.

Selain itu, Inter Milan juga terlalu banyak mengandalkan skill individu, tanpa terlihat kerja sama yang padu.

3.       Simone Inzaghi Perlu Mencoba Strategi Lain

Pelatih kepala Inter Milan Italia Simone Inzaghi bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Inter Milan dan AC Milan di stadion Giuseppe-Meazza (San Siro) di Milan pada 5 Februari 2022.
Pelatih kepala Inter Milan Italia Simone Inzaghi bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Inter Milan dan AC Milan di stadion Giuseppe-Meazza (San Siro) di Milan pada 5 Februari 2022. (Isabella BONOTTO / AFP)

Formasi 3-5-2 yang diterapkan Simone Inzaghi sejauh ini belum terlalu efektif.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved