PSS Sleman

Alasan Pelatih PSS Sleman Banyak Duduk di Bangku Cadangan

Sepanjang laga tersebut, asisten pelatih Laskar Sembada lah menjadi yang paling lama berdiri di pinggir lapangan untuk memberikan instruksi.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Rina Eviana
Dok PSS Sleman
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro saat memberikan keterangan pers seusai lawan Persikabo 1973, Kamis (15/9/2022) di Stadion Pakansari, Bogor. 

TRIBUNJOGJA.COM- Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro jarang sekali memberikan instruksi untuk anak asuhnya dari pinggir lapangan saat timnya takluk 1-2 dari Persita Tangerang pada lanjutan Liga 1 2022/23 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (29/9/2022) malam.

Sepanjang laga tersebut, asisten pelatih Laskar Sembada lah menjadi yang paling lama berdiri di pinggir lapangan untuk memberikan instruksi secara langsung pada Bagus Nirwanto dan kolega.

Sebenarnya ini bukanlah hal baru, sebab sewaktu menakhodai PSIM Yogyakarta musim lalu, Seto pun lebih banyak duduk saat laga berlangsung. Sebaliknya, sang asisten Bonggo Pribadi lah yang banyak memberikan instruksi untuk anak asuhnya dari pinggir lapangan.

"Pertama jelas kami saling bergantian, staf pelatih atau asisten suatu saat mereka juga akan menjadi pelatih kepala. Kita memberikan kesempatan di situ dan mungkin saya lebih fokus saat duduk," kata Seto Nurdiyantoro seusai laga.

"Ya kami sudah berkomunikasi bahwa berikan kesempatan teman-teman pelatih merasakan bagaimana berdiri di depan. Mudah mudahan itu juga memberikan pembelajaran buat teman-teman asisten juga (pelatih-red)," tambahnya.

Lebih lanjut Seto beralasan, dari bangku cadangan ia lebih jelas mengamati jalannya permainan.

"Tapi yang pasti dengan duduk saya lebih jelas melihatnya bagaimana perubahan-perubahan (di pertandingan)," kata Seto.

Adapun terkait kekalahan dari Persita yang memperburuk rekor kandang Super Elang Jawa, Seto Nurdiyantoro mengatakan bahwa anak asuhnya masih memiliki beban berat.

"Beban jelas ada karena beberapa pertandingan di home kita tidak bisa memaksimalkan yang ada, itu jelas menjadi beban walaupun tanpa suporter pun, mereka beban untuk memenangkan pertandingan besar sekali," kata Seto.

Sebagaimana diketahui, dari enam laga kandang yang sudah dilakoni, tim asuhan Seto Nurdiyantoro tercatat sudah tumbang 4 kali di hadapan publik sendiri, masing-masing dari PSM Makassar, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persita Tangerang.

Adapun dua laga kandang lainnya berbuah 3 poin, berkat kemenangan dari Barito Putera dan Persis Solo.

"Tapi ada satu yang positif menurut saya dengan beban, kemauan, semangat juangnya berbeda, artinya ada sesuatu yang positif. Tapi tetap, yang menjadi kendala dengan beberapa salah passing, beberapa salah keputusan, itu salah satunya beban, yang pasti harapannya selain pemain yang kami evaluasi, staf pelatih juga harus evaluasi sendiri juga. Artinya kita harus perbaiki kinerja," tambah Seto.

Lantaran gagal mendulang poin maksimal di kandang, PSS Sleman tertahan di peringkat 10 klasemen Liga 1 2022/23, sedangkan tambahan 3 poin mengantar tim asuhan Alfredo Vera merangsek ke posisi 3 di bawah Madura United dan PSM Makassar.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved