Liga Italia

Teknologi Offside Semi Otomatis di Liga Italia Serie A

Peralatan ini memiliki kemampuan yang lebih dalam teknoligi sepak bola setelah VAR and goal-line technology.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
legaseriea.it
Presiden FIGC Gabriele Gravina berharap teknologi offside semi-otomatis akan digunakan di Serie A mulai Januari setelah debutnya di Piala Dunia 2022. 

Tribunjogja.com Italia - Presiden FIGC Gabriele Gravina berharap teknologi offside semi-otomatis akan digunakan di Serie A mulai Januari setelah debutnya di Piala Dunia 2022.

Liga Italia Serie A diwakili oleh empat klub yang lolos ke Babak penyisihan grup Liga Champions.
Liga Italia Serie A diwakili oleh empat klub yang lolos ke Babak penyisihan grup Liga Champions. (legaseriea.it)

Peralatan ini memiliki kemampuan yang lebih dalam teknoligi sepak bola setelah VAR and goal-line technology.

Teknologi itu nantinya akan memberikan peringatan offside otomatis kepada tim VAR untuk memberikan peringatan offside lebih cepat.

FIFA mengumumkan teknologi telah berhasil diuji di turnamen lain dan siap diluncurkan.

Logo FIFA
Logo FIFA (dok.istimewa)

Juga akan ada animasi 3D untuk meningkatkan komunikasi kepada penggemar baik di stadion maupun menonton di rumah di televisi mereka.

Berbicara di Social Football Summit di Roma, Presiden Federasi Italia Gravina memberikan gambaran bagaimana penggunaan teknologi ini di Serie A juga.

“Eksperimen dilakukan saat teknologi itu selesai. Saya berharap itu akan terjadi mulai 4 Januari, ketika Piala Dunia telah berakhir.”

Liga Italia Serie A adalah liga pertama di Eropa yang mengadopsi teknologi VAR secara reguler dalam beberapa waktu terakhir.

Perlu diketahui, Teknologi offside semi-otomatis membantu tim VAR sampai pada keputusan offside yang tepat dengan lebih cepat dan pada gilirannya membantu alur permainan.

Kamera spesialis yang ditempatkan di sekitar stadion dapat melacak hingga 29 bagian tubuh pemain yang berbeda.

Kamera ini mengambil 50 titik data dari pergerakan pemain per detik untuk menghitung lokasi persisnya di lapangan pada saat tertentu.

Sebanyak 12 kamera lainnya ditempatkan di atap stadion untuk melacak pergerakan bola, yang membantu menentukan apakah pemain penyerang berada di depan bek terakhir saat bola dimainkan.

Peringatan offside otomatis dikirim ke ofisial VAR, yang menjalankan pemeriksaan mereka sendiri sebelum menyampaikan informasi tersebut kepada wasit.

FIFA menyatakan seluruh proses seharusnya hanya dalam hitungan detik.

Setelah wasit secara resmi menyatakan offside, sistem akan menghasilkan gambar 3D untuk menunjukkan lokasi penyerang dan pemain bertahan saat bola dimainkan.

Animasi ini kemudian akan ditampilkan di layar di dalam venue, serta dibagikan ke TV untuk kemudian menyampaikan gambar itu kembali ke penggemar yang menonton di rumah.

Apakah teknologi offside semi-otomatis digunakan di Piala Dunia?

FIFA telah mengonfirmasi teknologi tersebut akan digunakan di Piala Dunia 2022 di Qatar. (Tribunjogja.com/bolasport)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved