Berita Sleman Hari Ini

Pengunjung Jicaf#2 Capai 1.500 Orang

Jicaf#2 yang diselenggarakan di Pakuwon Mall dari tanggal 22 September–2 Oktober 2022 telah memasuki hari kedelapan. 

istimewa
Karya seni berupa patung monumental di Selasar Pakuwon Mall, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pameran Jogja International Creative Festical ( Jicaf#2 ) yang diselenggarakan di Pakuwon Mall dari tanggal 22 September–2 Oktober 2022 telah memasuki hari kedelapan. 

Pameran ini telah menyedot banyak kalangan pecinta seni khususnya seni rupa dan masyarakat umum untuk mengapresiasi event pameran kolaboratif insan kreatif yang berbeda dengan pameran lainnya. 

Terbukti, pada hari ketujuh pagelaran Jicaf#2 , sudah ada lebih dari 1.500 pengunjung yang melihat pameran tersebut.

Bahkan setiap hari, semakin banyak pengunjung yang turut serta ingin mengoleksi karya-karya seni pameran itu.

Baca juga: Pameran JICAF #2 Jadi Bagian Implementasi Dunia Pendidikan dan Dunia Industri

Hal itu juga terbukti dari banyaknya produk-produk kreatif peserta pameran, baik dari karya seniman maupun industri yang telah laku terjual dan dikoleksi oleh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta hingga luar Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Bahkan pembeli dari luar negeri pun turut serta mengoleksi beberapa karya Jicaf#2

"Hal ini tentu di luar ekspektasi kami sebagai panitia penyelenggara dengan besarnya apresiasi masyarakat terhadap pameran Jicaf#2," ujar ketua Jicaf#2 , Dr. Arif Suharson, S.Sn., M.Sn, melalui keterangan resminya, Kamis (29/9/2022).

Pameran itu pun telah terbukti mampu menjadi model pameran bersama dalam medan kreativitas media baru yang mengkolaborasikan dunia pendidikan, asosiasi seni, seniman-kriyawan, budayawan, pelaku kreatif, industri kreatif, pemerintah, dan masyarakat umum nasional sampai internasional.

Bahkan, dalam pameran itu turut menghadirkan seniman-seniman pematung Indonesia yang telah memiliki reputasi sebagai seniman besar dengan karya-karya monumental.

Seniman patung yang terdiri dari Dunadi, Yusman, Icwan Noor, Heru Joining, Lutse Lambert Morin, Yulhendri, Edi Prabandono, dan Timbul Raharjo menyebut karya-karya monumental yang dipajang pada area luar di selasar Pakuwon Mall adalah representasi dari zaman semono dan zaman now. 

 

Kreasi artistik mereka dengan tegas mencipatakan karya-karya patung monumental dengan menjelaskan keadaan perubahan masyarakat zaman dahulu dan zaman sekarang yang begitu cepat berubah karena arus perkembangan teknologi. 

Oleh karena itu, tujuan penciptaan karya-karya patung monumental tersebut untuk mengajak masyarakat terus tanggap terhadap perubahan zaman tetapi jangan sampai kehilangan identitas sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki budaya khusus untuk menuju pada pundi-pundi kemenangan sejati di era teknologi. 

Kendati demikian, sebagai bentuk daya tarik pengunjung yang lebih banyak, pada Sabtu (1/10/2022) pukul 15.00 WIB, pihaknya akan diadakan acara Fashion Show dan lelang karya batik tulis Nitik oleh seniman pelaku batik Nitik Trimulyo Bantul, Afif Syakur (Seniman dan desainer Batik), Abdul Syukur (Seniman dan desainer Batik), dan Bayu Arya (Seniman dan desainer Batik). 

Acara tersebut juga dimaksudkan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang merupakan warisan leluhur kebanggan bangsa Indonesia. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved