Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Marak Kasus Pungli dan Jual Beli Seragam Sekolah, Ini Tanggapan Sri Sultan HB X

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan sekolah tak boleh melakukan praktek pungutan dan melakukan jual beli seragam.

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan sekolah tak boleh melakukan praktek pungutan dan melakukan jual beli seragam.

Hal itu menanggapi temuan Ombudsman DIY yang menemukan praktek jual beli seragam sekolah dengan potensi keuntungan mencapai Rp 10 miliar.

"Prinsipnya tidak boleh ada pungutan seragam lah," terang Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Rabu (28/9/2022).

Pihak sekolah, lanjut Sultan, diperkenankan menerima bantuan dari wali murid untuk mendukung program pembelajaran. 

Baca juga: Mengapa Jual Beli Seragam di Sekolah di DI Yogyakarta Dilarang? Ini Penjelasan ORI DIY

Namun bantuan tersebut bersifat sukarela agar tak memberatkan para orang tua.

"Nek sukarela itu bisa tapi ngarani (mematok harga) ya nggak boleh. Kalau ngrani kan mekso (memaksa)," jelas Sultan.

Larangan soal pungutan sudah diatur dengan jelas dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 

Sehingga dinas terkait tinggal melakukan penelusuran jika menemukan praktek ilegal tersebut.

"Itu dipaksa atau tidak? Kalau dipaksa nggak boleh tapi kalau itu terserah dan keikhlasan orang tua itu masalah lain, dalam aturan kan boleh," tandas Sultan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved