Nabi Muhammad SAW

Fadilah Menyambut Maulid Nabi Pada Kitab An-Ni'matul Kubra alal Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam

Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang dirayakan setiap 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
The Independent
Masjid Al Masjid Al Nabawi 

TRIBUNJOGJA.COM - Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang dirayakan setiap 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Pada tahun ini, tanggal 1 Rabiul Awal jatuh pada tanggal 27 Oktober 2022.

Bulan Rabiul Awal termasuk bulan istimewa karena pada bulan inilah terlahir manusia mulia sekaligus Rasul dan Nabi terakhir yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi yaitu Nabi Muhammad SAW.

Mengingat di bulan Rabiul Awal diperingati maulid Nabi terdapat keutamaan pada bulan Rabiul Awal tersebut.

Seperti, pada bulan inilah peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah, dll.

Dalam hal ini, kita sebagai umatnya tentu mengharap syafaat Nabi Muhammad SAW kelak di hari kiamat, salah satunya dengan merayakan dan menyambut datangnya bulan Maulid Nabi ini.

Terdapat beberapa keutamaan dalam memperingati maulid Nabi SAW.

Seperti di dalam kitab "An-Ni'matul Kubra 'alal 'Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam" halaman 5-7, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami (909-974 H. / 1503-1566 M.), diterangkan tentang keutamaan-keutamaan memperingati maulid Nabi Muhammad saw sebagai berikut:

1. Imam Ma'ruf al-Karkhi, Berkata :

من هيأ طعاما لأجل قراءة مولد النبي صلى الله عليه و سلم و جمع اخوانا و أوقد سراجا و لبس جديدا و تبخر و تعطر تعظيما لمولد النبي صلى الله عليه و سلم حشره الله يوم القيامة مع الفرقة الأولى من النبيين و كان فى أعلى عليين

Artrinya: (Barangsiapa menyediakan makanan untuk peringatan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang harum-haruman dan memakai wangi-wangian karena mengagungkan malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, niscaya Allah SWT akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang pertama di kalangan para nabi dan dia akan ditempatkan di syurga yang paling atas “Illiyyin”.)

2. Imam Fakhruddin ar-Razi berkata:

ما من شخص قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ملح أو بر أو شيئ أخر من المأكولات الا ظهرت فيه البركة و فى كل شيئ وصل اليه من ذلك المأكول فانه يضطرب و لا يستقر حتى يغفر الله لأكله وان قرئ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ماء فمن شرب من ذلك الماء دخل قلبه ألف نور و رحمة و خرج منه ألف غل و علة و لا يموت ذلك القلب يوم تموت القلوب . و من قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على دراهم مسكوكة فضة كانت أو ذهبا و خلط تلك الدراهم بغيرها و قعت فيها البركة و لا يفتقر صاحبها و لا تفرغ يده ببركة النبي صلى الله عليه و سلم

Artinya: (Tidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi Muhammad SAW, ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya “dimasuki” dari makanan tersebut, maka akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah akan mengampuni orang yang memakannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved