Berita Jogja Hari Ini

AMPPY Temukan Dugaan di SMK Negeri 6 Yogyakarta: Rerata Diminta Rp 4,2 Juta, Ini Kata Sekolah

Dugaan pungutan kembali mencuat di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Yogyakarta dengan siswa berjumlah 1.300 orang.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
freepik.com
ilustrasi amplop 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dugaan pungutan kembali mencuat di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Yogyakarta dengan siswa berjumlah 1.300 orang.

Hal tersebut ditemukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia (AMPPY) yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMK tersebut, Kamis (29/9/2022) pagi hari.

“Jadi, untuk kelas X rata-rata diminta sumbangan Rp 4,2 juta. Untuk kelas XI sekitar Rp 6,2 juta. Itu saya ambil rata-rata, karena ada berbagai jurusan. Setiap jurusan berbeda,” ujar Koordinator AMPPY, Yuliani kepada Tribun Jogja, Kamis (29/9/2022).

Ia menjelaskan, sumbangan itu ditarik dari setiap siswa dan kabarnya digunakan untuk biaya operasional sekolah, pembangunan fisik serta dana personal siswa.

“Saya tidak tahu itu dana personal siswa apa. Ada 6 jurusan, itu semua dibagi rata Rp 1,2 juta, terus biaya pembangunan fisik Rp 2,3 juta, biaya personal beda-beda per jurusan,” terangnya.

Baca juga: PSS Sleman Vs Persita Tangerang: Saling Berbalas Gol, Skor 1-1 pada Babak Pertama

Dia merinci, setiap jurusan akan ditarik dana personal berbeda, mulai dari Rp 640 ribu sampai Rp 1 juta.

Maka, sebenarnya per jurusan bisa ditarik nominal tertentu.

“Kelas XI itu juga berbeda-beda nominalnya. Ada yang Rp 6,375 juta, Rp 6,175 juta dan Rp 6,475 juta. Peruntukannya ya untuk itu, operasional, pembangunan dan dana operasional,” bebernya.

Yuliani mengatakan, komite sekolah yang ia temui saat sidak mengatakan, nominal itu ditentukan dengan terbuka.

“Kami akan laporkan ke Ombudsman RI (ORI) paling minggu depan. Itu kami kira termasuk pungli, karena ditentukan kapan harus terkumpul dan nominalnya. Itu harus terkumpul Juni 2023,” kata dia.

Jawaban Sekolah

Menanggapi dugaan tersebut, Kepala SMK Negeri 6 Yogyakarta, Wiwik Indriyani menjelaskan, apa yang dimaksud AMPPY itu bukanlah pungli, melainkan sumbangan sukarela.

Pihak sekolah telah mensosialisasikan banyak hal kepada wali murid, termasuk dana sumbangan dan peruntukannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved