Liga 1

PSS Sleman Vs Persita Tangerang: Suporter Masih Tarik Diri, Ini Kata Seto Nurdiyantoro

Pasalnya kelompok suporter setia PSS, yakni BCS masih melakukan aksi tarik diri, tak memberikan dukungan secara langsung kepada klub kebanggaanya

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Taufiq Syarifudin
Mychell Chagas (kanan) saat berebut bola dengan Fabiano Beltrame di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (10/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Laga PSS Sleman kontra Persita Tangerang pada lanjutan Liga 1 2022/23 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (29/9/2022), kemungkinan besar masih sepi dihadiri langsung oleh pendukung tuan rumah.

Pasalnya kelompok suporter setia PSS, yakni Brigata Curva Sud (BCS) masih melakukan aksi tarik diri, tak memberikan dukungan secara langsung kepada klub kebanggaannya dalam empat laga yang digelar sepanjang bulan September 2022.

Aksi tarik diri sebelumnya sudah diawali BCS, pada laga kontra Dewa United (4/9/2022), Persis Solo (10/9/2022), dan laga tandang lawan Persikabo (15/9/2022).

Aksi tarik diri dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya dua anggota BCS dalam rentang waktu kurang dari sebulan, setelah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan suporter tim lain.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro berharap ketidakhadiran suporter secara langsung ke stadion bukan menjadi masalah bagi para pemain.

“Tapi yang pasti suport dan dukungan dari teman-teman suporter harapannya tetap mengalir ke kami. Bagaimanapun juga perjuangan kami untuk PSS bukan untuk sekelompok, harapannya muncul semangat, motivasi dan keinginan dari pemain,” kata pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro pada pre match press conference, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Mychell Chagas Sangat Menantikan Gol Perdananya Untuk PSS Sleman di Laga Besok dan Berikutnya

Baca juga: Klasemen Sementara Kompetisi BRI Liga 1 Jelang PSS Sleman vs Persita Tangerang

Seto berharap, anak asuhnya bisa tampil enjoy, lepas, dan mendapatkan hasil terbaik. 

“Kita persiapan cukup panjang saya pikir Persita dan semua tim juga sama. Kita coba persiapkan beberapa latihan di situ dan saya pikir kondisi tim agak sedikit lebih baik dengan beberapa pemain yang sempat cedera kini sudah bisa bergabung meskipun belum 100 persen. Tapi minimal memberikan banyak pilihan dan harapannya untuk besok pemain bisa tampil lebih enak, lebih lepas, dan hasil terbaik buat kami,” kata eks pelatih PSIM Yogyakarta ini.

Soal kekuatan calon lawan, Seto tak memungkiri bahwa tim asuhan Alfredo Vera ini tampil cukup solid sepanjang kompetisi Liga 1 2022/23 berjalan 10 pekan.

Hal tersebut dibuktikan dengan Persita kini bercokol di peringkat ke-6, dengan koleksi 19 poin dari 10 laga.

Sedangkan PSS kini menempati peringkat ke-10, mengumpulkan 12 poin dari 10 pertandingan.

“Saya pikir Persita dalam tren yang bagus, perlu kita waspadai mereka cukup bagus tampil di kompetisi musim ini jadi kita coba antisipasi,” kata Seto.

“Dengan latihan-latihan kemarin, harapannya pemain paham (apa yang diinstruksikan pelatih-red),” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemain belakang PSS, Dedi Gusmawan menilai kekuatan Persita sudah berbeda dibandingkan ketika ia perkuat pada kompetisi musim 2021/22.

“Kita sebagai pemain sudah siap. Mudah-mudahan sampai pertandingan besok kami sehat, bisa menjalankan apa instruksi yang diinginkan pelatih. Persita musim ini berbeda dengan musim kemarin, semua pemain patut diwaspadai,” tandasnya. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved