Berita Sleman Hari Ini

Konsultasi Publik Penambahan Lahan Jalan Tol Yogya-Bawen di Seksi 1 Akan Dimulai Awal Oktober 2022

Pembangunan jalan Tol Yogya-Bawen seksi 1 (junction Sleman - Simpang Susun Banyurejo) sepanjang 8,8 kilometer membutuhkan tambahan lahan sekira 750

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Gambar peta proyek jalan Tol Yogya-Bawen 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pembangunan jalan Tol Yogya-Bawen seksi 1 (junction Sleman - Simpang Susun Banyurejo) sepanjang 8,8 kilometer membutuhkan tambahan lahan sekira 750 Bidang dengan luas lahan 23,3 hektare.

Rencana pengadaan lahan tahap dua ini sudah memasuki persiapan yang ditandai dengan sosialisasi kepada calon warga terdampak.

Setelah sosialisasi tahapan selanjutnya adalah konsultasi publik yang rencananya mulai pada awal Oktober 2022 mendatang. 

Baca juga: Pria Asal Pandak Ini Langsungkan Pernikahan di Ruang Tahanan Polres Bantul

"(Konsultasi Publik) belum. Rencana awal Oktober," kata PPK Pengadaan Lahan Jalan Tol Yogya-Bawen, M. Mustanir, Rabu (28/9/2022). 

Diperkirakan, ada 7 Kalurahan yang terdampak penambahan lahan pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen di seksi 1.

Yaitu, di Kalurahan Tirtoadi dengan luas 1.229 meter persegi. Lalu, Kalurahan Margomulyo 253 meter persegi, Kalurahan Margodadi 3.222 meter persegi, dan Kalurahan Margokaton Seyegan 7.679 meter persegi.

Selanjutnya, ada di Kalurahan Banyurejo Tempel 3.464 meter persegi, Kalurahan Tambakrejo 3.166 meter persegi, dan Kalurahan Sumberrejo seluas 268 meter persegi. 

"Konsultasi publik dimulai dari (Kalurahan) Tirtoadi," kata Mustanir.

Hal ini sama dengan tahapan sosialisasi bagi calon warga terdampak yang diawali di Kalurahan Tirtoadi, pada Rabu (31/8/2022) lalu.

Kemudian, terus berlanjut ke Kalurahan berikutnya. 

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Krido Suprayitno sebelumnya menyampaikan, rencana penambahan lahan jalan tol di seksi 1 ini setelah ada review design di mana pembangunan jalan tol tidak boleh mengganggu Selokan Mataram yang merupakan cagar budaya.

Tim persiapan pengadaan tanah untuk penambahan lahan jalan Tol Yogya-Bawen ini telah dibentuk.

Dalam pelaksanaannya, penambahan lahan ini akan berproses jika pembebasan lahan ditahap pertama telah selesai. 

"Sebelum (pengadaan lahan) tahap kedua ini, maka persoalan tahap pertama harus selesai dulu. Baru kami paralel persiapan untuk penambahan lahan tahap keduanya," jelas Krido. 

Baca juga: Satpol PP DIY Terjunkan 50 Personel untuk Tertibkan Bangunan di Bantaran Kali Code Brontokusuman

Tahapan sosialisasi kini telah selesai dilakukan. Tahapan selanjutnya adalah konsultasi publik

"Dalam konsultasi publik nanti, warga terdampak harus memberikan surat, apakah sepakat atau tidak," ujar Krido.

Berdasarkan pengalaman di pengadaan lahan tahap pertama, kata dia, mayoritas warga sepakat.

Meskipun ada yang sempat bertanya terlebih dahulu bahkan ada pula yang sepakat jika harganya sesuai.

Ia menjelaskan, mengenai harga tanah baru bisa diketahui setelah Ijin Penetapan Lokasi (IPL) terbit dan telah ada tim appraisal-nya. (rif)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved