Berita Bantul Hari Ini

Pemkab Bantul Terus Jalin Kerjasama dengan YIA untuk Angkat Potensi Pariwisata dan Industri Kreatif

Memperingati Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada 27 September, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pariwisata menggelar pertunjukkan seni di

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Pertunjukkan seni oleh pelajar Bantul di Yogyakarta International Airport (YIA), Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Memperingati Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada 27 September, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pariwisata menggelar pertunjukkan seni di Yogyakarta International Airport (YIA), Selasa (27/9/2022).

Dalam kesempatan itu, pelajar SMK 1 Kasihan menyuguhkan tari Magma dan tari Menak, selain itu ada pula tampilan rego dari SLB Bantul.

Di kesempatan itu pula, dilakukan penandatangan kerjasama guna menguatkan sinergi dalam pengembangan pariwisata antara Pemerintah Kabupaten Bantul dengan PT Angkasa Pura I.

Baca juga: Darurat Sampah di Kota Magelang, TPSA Banyuurip Hanya Tersisa Satu Sel Aktif 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan rasa syukurnya bahwa belum lama ini  YIA telah ditetapkan sebagai Best Airport in Asia Pacific.

Apalagi YIA juga telah merintis kerjasama dengan membuka rute penerbangan dengan beberapa negara.

"Ini sungguh membuka peluang dan kesempatan besar bagi kita masyarakat DIY, khususnya Bantul untuk bisa menghidupkan dan menguatkan kontak relasi internasional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati.

Maka dari itu pihaknya akan mengupayakan untuk menggodog kembali formula kerjasama yang dibangun bersama dengan Bandara Internasional Yogyakarta.

"Formula kerjasama yang semakin sempurna akan melahirkan kegiatan yang produktif dan menguntungkan kedua belah pihak terutama pelaku usaha ekonomi kreatif sehingga pelaku pariwisata dan craft di Bantul ini dapat dikembangkan," ujarnya.

Bupati menyatakan Kabupaten Bantul memiliki banyak sentra industri kreatif yang terus berkembang.

Ia mencontohkan kerajinan bambu dari Muntuk Dlingo, sentra industri kerajinan kulit di Manding Sabdodadi, industri kreatif di kasongan dengan bahan tanah liat atau gerabah, termasuk banyak sekali sentra industri home decor dan instalasi seni yang sudah merambah ke pasar internasional.

Bahkan menurutnya, 70 persen ekspor DIY adalah komoditi kerajinan yang berasal dari Bantul.  

"Oleh karna itu tidak berlebihan jika kita percaya diri dan terus mengembangkan industri kreatif Bantul sampai ke level dunia. Termasuk saat ini kita tengah mengajkan Bantul sebagai kota kreatif dunia versi UNESCO," tuturnya.

Untuk mendorong hal tersebut, Pemkab Bantul siap berkolaborasi dengan pihak manapun termasuk Angkasa Pura.

Bupati berharap kerjasama ini dapat melahirkan kegiatan-kegiatan produktif yang menguntungkan kedua belah pihak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved