Berita Bantul Hari Ini

Disdikpora Bantul Tegaskan Larang Sekolah Jual Seragam

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul pastikan melarang sekolah menjual seragam .

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul pastikan melarang sekolah menjual seragam .

Pun jika orang tua berinisiatif sendiri dalam menggalang pengadaan seragam, mereka juga tidak diperkenankan untuk rapat atau rembugan di sekolah.

Kepala Disdikpora Bantul , Isdarmoko secara tegas menyatakan bahwa sekolah dilarang menjual seragam sekolah.

Larangan itu sudah jelas tertuang dalam Permendikbud No.75/2016 termasuk dalam peraturan bupati.

Baca juga: ORI DIY Temukan Praktik Jual Beli Seragam di PPDB 2022, Disdikpora DIY: Jadi Bahan Evaluasi 

"Kami pun di dinas dikpora melarang untuk sekolah mengadakan seragam sekolah. Tapi kalau seandainya ada orang tua yang bersama-sama (*membeli seragam), itu bukan atas sepengetahuan pihak sekolah," ujarnya Selasa (27/9/2022).

Isdarmoko pun menyatakan bahwa jika ada laporan dari masyarakat pihaknya pun langsung melakukan pelacakan dengan memeriksa kepala sekolah.

Namun demikian, ia menjamin bahwa tidak ada sekolah yang menjual seragam .

Pun saat rapat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pihaknya sudah mengingatkan agar sekolah tidak menjual seragam .

Jika ada sekolah yang melanggar tersebut, akan diberikan sanksi.  

Baca juga: ORI Perwakilan DIY Temukan Modus Jual Beli Seragam Sekolah di Yogyakarta, Keuntungannya Fantastis

"Sekolah, guru dan komite sekolah dilarang menjual seragam . Yang selama ini adalah inisiatif orang tua sendiri. Kalau orang tua sepakat bareng-bareng mengadakan seragam , itu hak orang tua, kami tidak bisa melarang," ungkapnya.

Pun demikian, jika pengadaan seragam adalah inisiatif orang tua, Isdarmoko juga tidak memperkenankan hal itu dibahas di lingkungan sekolah.

Jika dilakukan di lingkungan sekolah, maka bisa disalah artikan bahwa sekolah turut memfasilitasi pengadaan seragam .

"Harapannya kalau ada kesepakatan antar orang tua, silahkan, tapi tidak menggunakan fasilitas sekolah untuk rembugan. sebaiknya tidak di sekolah. Kalau presentasi di sekolah, itu namanya sekolah memfasilitasi," tambahnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved