Berita Kota Magelang Hari Ini

Darurat Sampah di Kota Magelang, TPSA Banyuurip Hanya Tersisa Satu Sel Aktif 

Polemik sampah di Kota Magelang masih terus berlanjut. Kondisi ini, tergambar dari penampakan Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) Kota Magelang di

TRIBUNJOGJA.COM/Nanda Sagita Ginting
Suasana TPSA Banyuurip, Kota Magelang, Selasa (27/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Polemik sampah di Kota Magelang masih terus berlanjut.

Kondisi ini, tergambar dari penampakan Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) Kota Magelang di Banyuurip, Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Di mana hanya tersisa satu sel (tempat pembuangan) aktif dari empat sel yang ada.

Baca juga: Sebanyak 7 Desa di Klaten Alami Krisis Air Bersih, Kemalang dan Bayat Paling Terdampak

Kepala UPT TPSA Banyuurip, Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Sobron mengatakan, tersisanya satu sel disebabkan kondisi TPSA yang sudah overload sejak 2017.

"Luas seluruhnya (TPSA) 6,1 hektare, sel itu menggunakan sel aktif satu, kemudian, sisanya tiga pasif . Artinya sel pasif itu dari sel aktif yang konon sudah tidak terpakai karena sudah penuh. Setiap harinya ada 60 ton sampah dari kota, kebanyakan sampah rumah tangga," ujarnya saat ditemui di kantornya pada Selasa (27/09/2022).

Ia menambahkan, keadaan TPSA yang overload memaksa sampah yang dibuang ditumpuk ke atas.

Disebabkan, penataan kearah samping kakan dan kiri sudah tidak ada tempat lagi.

"Penataannya tidak bisa ke samping kanan, kiri, bisanya ke atas karena lahan yang ada ke atas. kanan kiri sudah penuh lahannya,"terangnya.

Sementara itu, untuk mengatasi permasalahan sampah, pihaknya sudah berencana menyediakan lahan pada tahun 2020 berupa TPS3R di Bojong, Jurangombo, Kota Magelang.

Serta, juga direncanakan pada tahun 2024 dibuat TPS Regional oleh Pemprov Jawa Tengah.

Baca juga: Le Minerale Gelar Turnamen Internasional Bulu Tangkis di GOR Among Rogo, 27 September-2 Oktober 2022

"Nantinya, untuk TPS3R dibuat sebagai tempat pemilahan tempat di sana harapannya yang ke TPA tinggal redusi, artinya tinggal sisa2 yang tidak bisa diolah, luasnya sekitar 4 hektare. Kemudian, TPS Regional di Bandongan itu nanti operasinya 2024 paling cepat, harapannya disitu jadi satu. karena regional skala lebih besar," tutupnya. 

Kondisi overload ini pun, mendatangkan keluhan bagi warga yang berada di sekitar TPSA Banyuurip. Salah satunya, seorang warga yang namanya tak ingin disebutkan mengatakan, kondisi TPSA yang sudah tak dapat menampung sampah itu kerap kali menghasilkan bau tak sedap.

"Yaitu  bau tak sedap apalagi, sewaktu diaduk-aduk sampahnya. Terutama, saat musim hujan bahkan terkadang limbahnya juga mengalir bersama dengan air huja. Alhasil, jadi banyak lalat," tuturnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved