Berita Klaten Hari Ini

Truk Pembawa Tanah Uruk yang Nekat Masuk ke Jalur Kota Klaten akan Ditertibkan

Penertiban sendiri bakal dimulai Senin (26/9/2022) dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / ALMURFI SYOFYAN
Sejumlah truk pembawa tanah uruk saat melintasi ruas jalan Wedi-Bayat tepatnya di Jalan Ahmad Yani, depan Pasar Wedi, Kabupaten Klaten, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah bakal menertibkan truk-truk pembawa tanah uruk yang masih nekat wara-wiri di jalan-jalan pusat kota.

Penertiban bakal dilakukan agar jalanan di pusat kota Klaten tidak rusak dan menghindari kemacetan.

Penertiban sendiri bakal dimulai Senin (26/9/2022) dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait

"Perintah bupati pada hari ini kita melakukan penertiban khusus jalur yang dilalui truk pembawa tanah uruk atau golongan C, ini kan ada juga melibatkan DPUPR, dan Dishub," ujar Kepala DPMPTSP Klaten, Agus Suprapto, saat TribunJogja.com temui di Pemkab Klaten, Senin (26/9/2022).

Ia mengatakan, truk pembawa tanah uruk bisa membawa material ke terminal suplai material tol tanpa harus melewati jalur kota Klaten dan pihaknya bersama OPD terkait telah menyiapkan opsi.

"Jadi mereka bisa beroperasi pengangkutan usaha ke terminal suplai material, sesuai dengan jalur yang ada. Artinya mulai hari ini tidak boleh lagi masuk jalur kota dan Dishub akan lakukan penindakan nanti," terang dia.

Disamping itu, ia mengaku jika semua usaha pertambangan di daerah itu telah diberikan pembinaan oleh pihaknya untuk mematuhi aturan yang berlaku.

"Izin tambang ini menjadi kewenangan provinsi, kita melihat dari sisi aktivitas kegiatan tambangnya, meski perizinan ada di provinsi tapi ini kan kita bina dan himbau untuk tertib," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyoroti maraknya truk pembawa tanah uruk yang lalu lalang di jalanan pusat Kota Klaten.

Ia pun meminta para sopir truk untuk mematuhi aturan yang ada dan melewati jalan yang telah diperbolehkan untuk dilewati.

Hal itu untuk mengantisipasi kemacetan dan kerusakan jalan di pusat kota bila terus menerus dilalui oleh truk pembawa tanah uruk.

"Saya amati seminggu ini truk uruk ini lewat di pusat kota seperti Jalan Sartika, Jalan Ir Soekarno, itu kan jalur tak boleh untuk gol c atau truk uruk," ujar Mulyani.

Menurutnya, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bakal mengagendakan rapat koordinasi dengan pengembang tol Yogyakarta-Solo untuk mengurai permasalahan itu.

"Ya ini ke depan akan saya agendakan rapat dengan PPK dan JMM bagaimana menyelesaikan masalah ini, ini baru kecil tapi harus diatasi," ulasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved