Berita Sleman Hari Ini

Pura-pura Jadi Petugas Survei BLT,  Komplotan Maling Gasak Perhiasan Senilai Rp105 Juta di Sleman

Para pelaku pencurian ini berpura-pura menjadi petugas survei dari Pemerintah Pusat yang hendak menurunkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kapolsek Minggir AKP Noor Dwi Cahyanto didampingi Kanit Reskrim Iptu Widyantoro menunjukkan para pelaku berikut barang bukti kejahatan di Mapolsek Minggir, Senin (26/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Komplotan maling yang beranggota 4 orang beraksi menggasak sejumlah perhiasan di rumah warga di Kampung Kerdan, Sendangarum, Kapanewon Minggir, Sleman.

Modus keempat pelaku menyatroni rumah korbannya terbilang baru.

Mereka berpura-pura menjadi petugas survei dari Pemerintah Pusat yang hendak menurunkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Begitu korban lengah, para pelaku langsung beraksi.

Akibat kejadian ini, korban menderita kerugian total senilai Rp105 juta. 

Kapolsek Minggir AKP Noor Dwi Cahyanto menceritakan, kronologi kejadian pencurian dengan pemberatan tersebut terjadi pada Sabtu (10/9/2022) sekira pukul 13.15 WIB.

Saat itu, keempat pelaku mengendarai mobil Avanza warna putih dengan nopol yang diduga telah dipalsukan mendatangi kampung Kerdan, di Sendangarum.

Mereka mencari korban secara acak dengan kriteria lansia yang tinggal sendiri di rumah.

Begitu menemukan calon korban, mereka langsung berbagi tugas.

Ada yang bertugas sebagai driver, ada yang mengawasi sekitar rumah dan ada pula yang mengalihkan perhatian korban dengan berpura-pura sebagai petugas pusat yang sedang survei untuk menurunkan bantuan langsung tunai (BLT). 

"Mereka melakukan tipu daya, menyampaikan dengan bahasa yang manis, sehingga si korban yang sudah lansia mempercayai apa yang disampaikan pelaku," kata AKP Noor, di Mapolsek Minggir, Senin (26/9/2022). 

Bersamaan saat fokus korban teralihkan, pelaku lain masuk ke dalam rumah korban dan mencari barang-barang berharga berupa perhiasan.

Sejumlah perhiasan yang disimpan di dalam kamar di bawah kasur korban berhasil ditemukan pelaku.

Perhiasan yang dicuri di antaranya adalah dua cincin (seberat 23 gram), dua gelang (68,75 gram), dua kalung (50 gram) dan satu bandol liontin dengan berat 5 gram. Total kerugian senilai Rp 105 juta. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved