Penjelasan Ahli Mengapa Senin Jadi Hari Paling Berat dan Melelahkan

Mengapa hari Senin juga kerap dianggap sebagai hari yang paling berat dan melelahkan dijalani menurut ahli ada banyak sebab

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Net
Ilustrasi 

Tribunjogja.com - Senin bagi banyak orang merupakan hari yang kurang menyenangkan terlebih bagi para pekerja. Maka ada jargon 'I hate Monday' yang sering kita dengar.

Bagaimana tidak, setelah libur akhir pekan kita harus kembali ke rutinitas pekerjaan dan aktivitas lain yang sama. Maka Senin terasa berat bagi banyak orang.

ilustrasi malas
ilustrasi malas (brilio.net)

 

Nikmatnya libur di akhir pekan kerap membuat kita menjadi malas untuk mengawali kegiatan di hari Senin

Apalagi ada banyak orang yang menghabiskan waktu bersama dengan teman hingga larut malam di akhir pekan, hingga tak jarang membuat jadwal tidur berantakan.

Baca juga: Tips dan Cara Mengatasi Benci Hari Senin alias Monday Bluess

Nah, keadaan semacam ini mungkin tentu berdampak pada pola tidur di hari berikutnya. Terutama di hari Senin saat kita harus memulai hari dengan segudang aktivitas. Itulah mengapa hari Senin juga kerap dianggap sebagai hari yang paling berat dan melelahkan untuk dijalani.

Dalam sebuah unggahan di Instagram, pelatih dan ahli nutrisi AS, Max Lugavere, mengatakan, pola tidur yang tidak konsisten menimbulkan perasaan yang kurang baik di Senin pagi.

"Jika setiap malam kita tidur lebih dari jam 23.00 atau tetap terjaga sampai jam 03.00 (terutama di akhir pekan), pada dasarnya itu telah melewati zona waktu yang menyebabkan kita merasakan jet lag secara harfiah setiap hari Senin," kata dia.

"Penelitian yang muncul menunjukkan aliran berirama untuk hampir setiap fungsi biologis kita." "Ini termasuk metabolisme, kekebalan, dan kemampuan kognitif yang penting untuk merasa tajam dan berenergi," sambung dia.

Menjaga ritme sirkadian yang sehat – atau jam tubuh — itu sangatlah penting pada proses biologis alami yang dilalui tubuh selama 24 jam. Telah disebutkan juga, salah satu faktor yang memiliki dampak terbesar pada ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah perubahan fisik, mental, dan perilaku yang mengikuti siklus 24 jam.

Ini seperti ketika cahaya memapar mata saat kita bangun, tubuh yang menekan melatonin – hormon yang bertanggung jawab untuk siklus tidur-bangun –, dan melepaskannya setelah matahari terbenam.

Jika kita biasanya bangun sekitar pukul 06.00 -kira-kira saat matahari terbit, tubuh secara harfiah akan mengartikan ini sebagai awal dari hari yang baru. 

Jadi ketika matahari terbenam, melatonin dilepaskan kemudian memberi tahu tubuh bahwa sudah waktunya untuk mulai beristirahat.

Dampak kurang tidur

TAFSIR MIMPI Lihat Diri Sendiri Tidur, Mimpi Tidur di Lantai Benarkah Pertanda Buruk?
TAFSIR MIMPI Lihat Diri Sendiri Tidur, Mimpi Tidur di Lantai Benarkah Pertanda Buruk? (pixabay)

Sederhananya, kurang tidur menyebabkan kita membenci hari Senin karena tubuh sedikit bingung dan perlu kembali ke ritme sirkadian. Kurang tidur ini kemudian dapat berdampak signifikan pada kemampuan kita untuk bekerja. Sebab, penelitian sebelumnya yang dilakukan di Finlandia menemukan, orang yang begadang dua kali lebih mungkin berkinerja buruk di tempat kerja. Meskipun, penting untuk dicatat bahwa ini tidak selalu sama dengan menjadi hal yang buruk.

Sebab, banyak bisnis dapat memeroleh manfaat dari memiliki orang yang produktif di pagi hari dan di malam hari untuk dapat menyelesaikan pekerjaan mereka. 

Selain kurang tidur, tentu saja alasan lain mengapa kita semua setuju, hari Senin menyebalkan adalah karena itu cenderung menandakan akhir dari kesenangan beberapa hari dan kita harus serius untuk melakukan pekerjaan lagi. Andai saja seluruh dunia dapat mengadopsi pendekatan serupa seperti Islandia dan memperkenalkan empat hari kerja dalam seminggu, kita mungkin tidak akan membenci hari Senin.(*)

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved