Breaking News:

Berita Gunungkidul Hari Ini

BPBD Gunungkidul Siagakan Personel, Antisipasi Dampak Cuaca Esktrem

BPBD Gunungkidul juga akan berkoordinasi dengan kapanewon hingga kalurahan terkait pemetaan wilayah rawan bencana.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mulai bersiaga menghadapi dampak dari cuaca ekstrem.

Apalagi saat ini memasuki musim pancaroba dan juga musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan pihaknya tetap menyiagakan personel untuk penanganan.

"Khususnya yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC)," katanya pada Senin (26/09/2022).

Menurut Purwono, jika ada kejadian maka Tim TRC ini yang langsung diterjunkan ke lokasi.

Antara lain yakni untuk melakukan evakuasi hingga penanganan dari dampak cuaca esktrem.

Ia mengakui tidak ada anggaran khusus untuk penanganan dampak bencana dari cuaca ekstrem.

Meski begitu, bantuan stimulan tetap disiapkan jika nantinya dibutuhkan.

"Bantuan stimulan ini berupa logistik permakanan hingga kebutuhan lainnya," jelas Purwono.

BPBD Gunungkidul juga akan berkoordinasi dengan kapanewon hingga kalurahan terkait pemetaan wilayah rawan bencana.

Dampak cuaca ekstrem yang bisa timbul antara lain longsor, pohon tumbang, hingga banjir genangan.

Purwono pun mengimbau masyarakat saat ini lebih meningkatkan kewaspadaan.

Termasuk terus memantau prakiraan kondisi cuaca yang dipublikasikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Semisal kondisi cuacanya membahayakan, sebisa mungkin lakukan perlindungan diri," ujarnya.

DLH Gunungkidul saat ini juga mulai mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Terutama terjadinya pohon tumbang akibat angin kencang.

Sekretaris DLH Gunungkidul, Madyarina Mulyaningsih mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk provinsi.

Khususnya untuk penanganan pohon-pohon rawan tumbang di berbagai ruas jalan.

"Saat ini kami mulai rutin melakukan pemeliharaan pohon-pohon yang bisa mengganggu, dengan cara memangkas atau menebangnya,"  kata Madyarina.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved