Info Prakiraan Cuaca

BMKG Sebut Potensi Cuaca Ekstrem di DIY 2-3 Hari Kedepan Kecil, Tapi Wilayah Ini Harus Waspada

prakirawan BMKG DIY Hendy Andriyanto mengatakan secara umum, potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY untuk 2-3 hari kedepan masih kecil.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dok. dari BPBD Sleman
Hujan es melanda wilayah Plosorejo, Umbulharjo, Sleman, Jumat (23/9/2022) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim penghujan di wilayah DIY akan terjadi pada dasarian kedua bulan Oktober 2022 mendatang.

BMKG pun meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Sebab, selama musim pancaroba, potensi hujan lebat, angin kencang, puting beliung hingga petir akan mengalami peningkatan.

Dihubungi Tribunjogja.com melalui saluran telepon, prakirawan BMKG DIY Hendy Andriyanto mengatakan secara umum, potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY untuk 2-3 hari kedepan masih kecil.

Namun demikian, cuaca ekstrem tetap berpotensi terjadi di wilayah Sleman bagian utara.

" Kalau secara general, potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY masih minim. Kalau cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Sleman beberapa hari yang lalu iti labih banyak dipengaruhi oleh faktor lokal. Wilayah Sleman bagian utara memang potensi cuaca ekstremnya cukup tinggi,"katanya.

Hendy mengungkapkan berdasarkan hasil prakiraan cuaca yang dilaksanakan oleh pihaknya, wilayah DIY baru akan memasuki musim penghujan pada dasarian kedua Oktober mendatang.

Biasanya, potensi cuaca ekstrem ini mengalami peningkatan saat memasuki musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Untuk itu, kata Hendy, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, puting beliung hingga petir.

Hujan Es

Sebelumnya, cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman pada Jumat (23/9/2022) sore.

Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Bokoharjo, Sleman.

Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan atap seng yang ada di Pasar di wilayah Kranggan beterbangan.

Selain hujan lebat dan angin kencang, wilayah Umbulharjo, Cangkringan juga dilanda hujan es.

"Hujan disertai es terpantau di Plosorejo, Umbulharjo," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, kepada Tribun Jogja, Jumat petang.

Berdasarkan data dari BPBD Sleman, akibat hujan lebat disertai angin kencang ini, dua pohon talok berdiameter 25 cm dan 30 cm roboh melintang di jalan area pasar Kranggan. 

Di lokasi pasar yang sama, hujan disertai angin mengakibatkan 6 seng di dua kios pasar berukuran 2x 3 meter beterbangan. Seng kios tersebut milik Tugiyem dan Marsinem.

"Sekarang sudah terkondisi," kata Bambang. Pengkondisian kejadian akibat hujan disertai angin ini melibatkan TRC BPBD Sleman regu III, petugas Polsek Prambanan dan sejumlah Relawan Bokoharjo.(Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved