Pemkot Yogyakarta Gulirkan Layanan Jemput Bola Pembuatan Akta Kelahiran

Melalui upaya ini, seluruh bayi yang baru atau sudah lahir sebelumnya bisa segera mendapatkan dokumen kependudukan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
ilustrasi akta kelahiran 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar program jemput bola pembuatan akta kelahiran bagi warga masyarakat berbasis kelurahan.

Melalui upaya ini, seluruh bayi yang baru atau sudah lahir sebelumnya bisa segera mendapatkan dokumen kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki, menandaskan program tersebut sudah bergulir sejak pertengahan September 2022 lalu, dan diawali dari Kelurahan Bausasran.

Ia berujar, layanan jemput bola akta kelahiran bergulir hingga 21 Oktober 2022.

"Jadi, ini merupakan upaya aktif kami, untuk mengedukasi dan memastikan, semua warga masyarakat itu, benar-benar tertib administrasi kependudukan," tandasnya.

Ditandaskannya, program tersebut menyasar bayi yang baru dilahirkan, maupun warga yang terlambat mempunyai akta kelahiran.

Seluruhnya, cetus Septi, dapat memanfaatkan layanan ini, selama berstatus warga Kota Yogyakarta.

"Ya, ini terbuka bagi seluruh masyarakat Kota Yogya yang belum memiliki akta kelahiran. Warga yang kehilangan akta kelahiran juga bisa mengakses layanan jemput bola. Jadi, silakan, bisa dimanfaatkan," ujar Kadisdukcapil.

"Kami tidak ingin cuma menunggu warga datang ke kantor dinas, untuk mengakses akta kelahiran. Kami harus aktif, ya, mendatangi masyarakat, sehingga tertib administrasi kependudukan bisa segera terwujud," lanjutnya.

Meski demikian, karena keterbatasan personel, pihaknya baru bisa menggulirkan layanan jemput bola akta kelahiran di 22 kelurahan sepanjang 2022.

Sementara, 23 kelurahan yang belum terjamah layanan tersebut, bakal disisirnya bertahap, menyesuaikan waktu, maupun tenaga.

"Karena layanan ini memang sangat bermanfaat. Apalagi, bayi baru lahir juga bakal memperoleh tambahan dokumen kependudukan lain, yaitu KIA (Kartu Identitas Anak) dan perubahan KK (Kartu Keluarga)," katanya. (*) 

 

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved