Breaking News:

Berita Jogja Hari Ini

Pemkot Yogyakarta Bakal Ubah Eks Makam Jopraban Jadi Ruang Terbuka Hijau, Ini Deretan Fasilitasnya

Warga masyarakat setempat pun mengajukan usulan pada pihak eksekutif agar lahan diaktifkan kembali jadi ruang terbuka hijau publik.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Pemkot Yogyakarta
Lahan bekas Makam Jopraban di Wirobrajan, Kota Yogyakarta yang bakal diubah jadi ruang terbuka hijau publik. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemot) Yogyakarta untuk menambah cakupan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) di wilayahnya.

Salah satunya dengan merombak lahan bekas makam Jopraban di Wirobrajan menjadi sarana aktivitas masyarakat.

Sebagai informasi, makam Jopraban sendiri sudah tidak lagi dimanfaatkan untuk pemakaman jenazah dalam kurun 30 tahun terakhir.

Lantas, warga masyarakat setempat pun mengajukan usulan pada pihak eksekutif agar lahan diaktifkan kembali jadi ruang terbuka hijau publik.

Proses pemindahan sekitar 300 makam sudah ditempuh Pemkot Yogyakarta sejak dua tahun lalu dengan melibatkan ahli waris.

Sehingga, Detail Engineering Design (DED) RTHP di bekas makam Jopraban ditargetkan dapat segera terealisasi, melalui mekanisme angggaran perubahan 2022.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, mengungkapkan sesuai UU No 26 Tahun 2007 mengenai penataan ruang, proporsi RTHP di wilayah perkotaan sedikitnya 30 persen dari luasan kota.

Alhasil, upaya alih fungsi lahan seperti ini harus ditempuh.

Dijelaskannya, grand desain pembangunan RTHP di eks Makam Jopraban pun tetap memperhatikan ketentuan 80 persen area hijau serta 20 persen untuk fasilitas umum lain.

Sehingga, ia memastikan, nantinya di sana bakal berdiri ruang-ruang guna menunjang aktivitas penduduk.

"Ya, semacam balai RW yang tidak tertutup. Bisa digunakan untuk sarana panggung kegiatan seni dan budaya. Namun, dapat juga dipakai untuk pertemuan masyarakat. Nah, di Kelurahan Wirobrajan, selama ini, belum punya ruang terbuka hijau publik," cetusnya, Minggu (25/9/22).

Sugeng berujar, asumsi minimal untuk pembangunan RTHP tersebut berada pada kisaran Rp1 miliar.

Estimasi dana itu sudah termasuk untuk membangun fasilitas umum.

Tapi, kepastian total anggarannya, menunggu penyusunan dokumen DED RTHP eks Makam Jopraban selesai.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved