Tokoh Agama Papua Sebut Proses Hukum Lukas Enembe Bukan Kriminalisasi

Tokoh Agama Papua, Pendeta Alberth Yoku mengimbau agar KPK dapat menggunakan berbagai metode untuk mengungkap kebenaran dan keadilan terkait dugaan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok istimewa
Tokoh Agama Papua, Pendeta Alberth Yoku. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tokoh Agama Papua, Pendeta Alberth Yoku mengimbau agar KPK dapat menggunakan berbagai metode untuk mengungkap kebenaran dan keadilan terkait dugaan korupsi dan gratifikasi yang menyeret nama Gubernur Papua Lukas Enembe

Hal itu ia nilai perlu dilakukan KPK, agar situasi di Papua tetap kondusif. Ia berharap, melalui kebenaran tersebut, massa pendemo dan penjaga rumah Lukas Enembe, dapat teredukasi dengan baik. 

Baca juga: Pertukaran Tentara Tahanan Rusia dan Ukraina, Arab dan Turki Jadi Penengah

“Saya pikir ada 1.000 jalan dari KPK yang bisa digunakan, sehingga gesekan dengan massa terhindari dan masyarakat di Papua mendapat edukasi dan pencerahan," kata Albert, melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/9/22).

"Proses hukum  harus kita hormati dan tetap berjalan. Tapi, metode dan pola yang digunakan minimal ada koordinasi antara kuasa hukum dan KPK sebagai bagian yang terikat pada kode etik hukum dan keadilan," imbuhnya.

Albert pun mengatakan, bahwa proses hukum oleh KPK terhadap Lukas Enembe bukan merupakan kriminalisasi, atau politisasi, seperti yang dituduhkan oleh banyak pihak. Karena itu, ia mendukung proses KPK berlangsung adil. 

"Kami tetap mendukung bahwa proses itu berlangsung dengan adil dan benar tanpa ada embel-embel lain seperti kriminalisasi dan politisasi. Untuk itu, KPK harus netral demi kebenaran dan keadilan," tandasnya.

Baca juga: Alumni AAU 1993 Berikan Sembako ke Masyarakat dalam Event Jogja Air Show

Lebih lanjut, ia memaparkan, KPK juga harus memeriksa berbagai pihak mengenai penggunaan anggaran tersebut, agar tidak sebatas menjadi individual case saja.

Dengan begitu, tanah Papua bebas dari korupsi dan memiliki citra yang semakin baik. 

"Karena itu, Integritas kami sebagai orang asli papua dipertaruhkan untuk semua hal yang harus diungkapkan. Sehingga, kebenaran itu harus menjadi nilai dan motivasi bagi kami untuk melakukan banyak hal lebih baik di tanah Papua ini," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved