Breaking News:

Obituari Prof Samekto Wibowo, Ahli Neurologi UGM yang Meninggal Tergulung Ombak di Pantai Indrayanti

Prof Samekto Wibowo meninggal dunia akibat tergulung ombak di Pantai Pulang Sawal atau Indrayanti, di Tepus, Gunungkidul, Sabtu (24/9/2022).

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Guru Besar Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo, Sp.S(K)., Sp.S(K), meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Pulang Sawal atau Indrayanti Gunungkidul, Sabtu (24/9/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berduka. 

Seorang ahli neurologi, Prof. DR. dr. H. Samekto Wibowo, P. Far. K, Sp.FK, Sp.S (K), meninggal dunia akibat tergulung ombak di Pantai Pulang Sawal atau Indrayanti, di Tepus, Gunungkidul, Sabtu (24/9/2022).

Ia meninggal di usia 78 tahun. Semasa hidup, Prof Samekto Wibowo secara rutin mempublikasikan jurnal dan buku.

Beberapa buku di antaranya sering menjadi rujukan ilmu neurologi terkini, seperti ‘Farmakoterapi dalam Neurologi’, yang ia tulis bersama dengan dokter spesialis saraf, Dr dr Abdul Gofir M.Sc., Sp.S (K) di tahun 2001.

Arsip Tribunjogja.com, Prof Samekto Wibowo adalah salah satu orang yang menginisiasi pengembangan terapi sel punca pada pasien Covid-19 di bulan April 2021.

Saat itu, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM bekerja sama dengan RSUP Dr Sardjito mengembangkan terobosan baru dalam terapi pasien Covid-19, yakni menerapkan penggunaan sel punca atau stem cell pada pasien Covid-19 derajat berat.

Penelitian tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia.

Prof Samekto Wibowo didapuk menjadi ketua tim peneliti dan penelitian tersebut telah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta telah masuk dalam standar terapi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Adapun injeksi sel punca pertama pada pasien Covid-19 di RSUP Dr Sardjito dilaksanakan pada 29 Januari 2020 pada pasien laki-laki berusia 63 tahun.

"Pasca injeksi stem cell tersebut pasien menunjukkan perbaikan yang menggembirakan dan hasil pemeriksaan rontgen dada (chest x-ray) satu minggu pasca terapi stem cell menunjukkan perbaikan yang signifikan pada kondisi paru pasien," ujar Samekto dalam jumpa pers di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Jumat (16/4/2021), kala itu.

UGM BERDUKA

Meninggalnya salah satu ahli neurologi menjadi kehilangan yang besar bagi UGM.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG., Ph.D menceritakan, Prof Samekto Wibowo adalah orang yang baik dan sabar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved