Berita Sleman Hari Ini

50 Ribu Benih Kopi Ditanam di Cangkringan, Lereng Gunung Merapi Bakal Dijadikan Sentra Kopi

Ada sekira 50 ribu benih tanaman kopi atau setara dengan 50 hektar yang diberikan kepada Pemerintah DIY untuk ditanam di area lereng Merapi

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Pemkab Sleman
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menanam benih kopi di seputar lereng gunung Merapi, tepatnya di Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (24/9/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemda DIY melalui Gerakan Tanam Kopi (Gertak) menanam lebih-kurang 50 ribu benih kopi di seputar lereng gunung Merapi, tepatnya di Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu (24/9/2022) ini dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Ir. Hendratmojo Bagus, serta Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Hendratmojo dalam kesempatan itu  menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Gerakan Tanam Kopi Indonesia (Gertaki) yang telah dicanangkan Menteri Pertanian pada bulan Januari lalu.

Ada sekira 50 ribu benih tanaman kopi atau setara dengan 50 hektar yang diberikan kepada Pemerintah DIY untuk ditanam di area lereng Gunung Merapi. 

"Seperti kita ketahui, tanah yang mengandung debu vulkanik itu membawa material organik yang dapat mendukung dan merangsang pertumbuhan tanaman, termasuk tanaman kopi," kata Hendratmojo. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto, mengatakan penanaman ribuan benih kopi ini sesuai dengan target Pemerintah DIY yang ingin menjadikan Sleman utara sebagai sentra tanaman kopi.

Sebab, kata dia, produk kopi yang dihasilkan DIY saat ini baru bisa memenuhi 10 persen dari kebutuhan dan konsumsi kopi di wilayah DIY.

Untuk itu, dirasa perlu dilakukan perluasan lahan tanaman kopi di DIY agar dapat memenuhi kebutuhan kopi tersebut.

"Di tahun 2023 akan ada lagi bantuan 500 ribu benih kopi dari Kementerian Pertanian, yang juga akan ditanam di lereng Merapi," ujar dia.  

 Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan kopi yang berkembang di Kabupaten Sleman saat ini lebih banyak jenis Robusta daripada jenis Arabica.

Menurutnya, pada tahun 2021, luas area ranaman kopi Arabica 36,6 hektar dengan produksi sebesar 17,8 ton biji kering yang tersebar di wilayah Cangkringan, Turi dan Pakem.

Sementara kopi Robusta memiliki luas area tanaman mencapai 217,95 hektar dengan jumlah produksi lebih dari 67,24 ton biji kering yang tersebar di 12 Kapanewon dengan populasi terbanyak berada di Cangkringan

"Kami berharap dengan adanya perluasan lahan tanaman kopi, maka produksi kopi Sleman dapat semakin meningkat sehingga berkorelasi juga terhadap peningkatan pendapatan para petani kopi di Sleman," harapnya. 

Kustini juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 ini Pemerintah Kabupaten Sleman mendapat bantuan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian untuk pengembangan kopi robusta seluas 50 hektar.

Bentuk bantuan berupa bibit kopi dan pupuk organik. Bantuan tersebut menurut dia akan segera didistribusikan kepada 20 kelompok calon penerima yang tersebar di Cangkringan, Pakem dan Turi.(*)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved