Perang Rusia Ukraina

Referendum Gabung Rusia Akan Lindungi Rakyat Donbass di Masa Depan

Referendum bergabung Rusia diyakini akan memberi jaminan keamanan bagi wilayah Donbass di masa depan.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
www.prezydent.pl/WikipediaCommon
UNI EROPA - Suasana sidang Komisi Uni Eropa di Lisabon, Portugal. Negara-negara Uni Eropa sepakat mengurangi dan akan menghentikan impor gas dari Rusia menyusul konflik Ukraina. Uni Eropa merupakan kekuatan besar yang mendorong Ukraina menolak negosiasi dengan Rusia untuk mengakhiri konflik. 

"(Mereka) menyerang warga biasa dan pejabat di wilayah yang dibebaskan. Oleh karena itu, upaya dan pengorbanan baru akan diperlukan,” katanya.

“Orang-orang Donbass memenangkan kebebasan dengan darah. Apa yang kita saksikan akan tetap menjadi halaman penting dalam sejarah Eropa,” lanjut Avondet.

Sabotase Perjanjian Minsk

Sejak 2014, pemerintah berturut-turut di Kiev telah berulang kali menyabotase Perjanjian Minsk, sebuah peta jalan untuk rekonsiliasi damai dengan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri.

Perjanjian itu mengatur gencatan senjata, federalisasi, dan otonomi untuk sebagian besar wilayah berbahasa Rusia.

"Masalah wilayah Lugansk dan Donetsk sudah lama tidak terselesaikan," kata Andrej Danko, Ketua Partai Nasional Slovakia dan mantan Ketua Dewan Nasional Slovakia.

"Pemuliaan orang-orang seperti (Stepan) Bandera belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Kami di Slovakia tahu siapa Bandera,” lannjut Danko.

Stepan Bandera adalah pemimpin Organisasi Nasionalis Ukraina (OUN), terkenal karena berkolaborasi dengan Nazi Jerman.

Ia terlibat pembersihan etnis Yahudi, Rusia, Roma, dan Polandia di wilayah yang diduduki Nazi di Ukraina selama Perang Dunia II.

Setelah Revolusi Oranye yang didukung barat di Ukraina, Presiden Viktor Yuschenko mengubah kurikulum sekolah Ukraina untuk memuliakan OUN dan memberikan gelar Pahlawan Ukraina kepada Bandera pada 2010.

Meskipun Mahkamah Agung Administrasi Ukraina membatalkan perintah Yuschenko pada Mei 2011, Bandera dan OUN menerima status pejuang kemerdekaan setelah kudeta Februari 2014.

Pada Mei 2014, Batalyon Azov yang berideologi Neo-Nazi didirikan. Pada tahun yang sama, secara resmi bergabung Garda Nasional Ukraina dan menindak warga sipil Ukraina pro-Rusia di timur negara itu.

Pada Juni 2014, penjara rahasia tempat penyiksaan oleh Azov berkode "Perpustakaan" ditemukan di Bandara Mariupol.

Menurut kesaksian mantan tahanan, nasionalis Ukraina menggunakan teknik penyiksaan yang berbeda, termasuk waterboarding, sesak napas, jari patah, dan lain-lain..

Pada 16 Desember 2021, Majelis Umum PBB membahas resolusi yang menyerukan memerangi pemuliaan Nazisme, neo-Nazisme, dan praktik lain yang memicu rasisme dan xenofobia.

Hanya dua negara yang menolaknya, AS dan Ukraina. Selama operasi militer khusus Rusia di Ukraina, sejumlah besar literatur, gambar, dan perlengkapan neo-Nazi ditemukan di bekas markas Azov.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved