Perang Rusia Ukraina

Referendum Gabung Rusia Akan Lindungi Rakyat Donbass di Masa Depan

Referendum bergabung Rusia diyakini akan memberi jaminan keamanan bagi wilayah Donbass di masa depan.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
www.prezydent.pl/WikipediaCommon
UNI EROPA - Suasana sidang Komisi Uni Eropa di Lisabon, Portugal. Negara-negara Uni Eropa sepakat mengurangi dan akan menghentikan impor gas dari Rusia menyusul konflik Ukraina. Uni Eropa merupakan kekuatan besar yang mendorong Ukraina menolak negosiasi dengan Rusia untuk mengakhiri konflik. 

Ia menambahkan NATO sedang melakukan pengintaian melalui wilayah selatan Rusia secara nyata. waktu dan dengan penggunaan sistem modern, pesawat terbang, kapal, satelit dan drone strategis.

Selain itu, pasukan Rusia baru-baru ini menghadapi serangan balasan Ukraina yang dilakukan oleh apa yang pada dasarnya adalah militer NATO di wilayah Kharkov.

Ulasan sama dikemukakan Scott Ritter, seorang analis militer dan mantan perwira intelijen Korps Marinir AS dalam wawancara 18 September dengan Sputnik.

Untuk memperumit masalah lebih lanjut, AS memberi Kiev informasi intelijen untuk membantu penembakan kea rah PLTN Zaporozhye – pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Kepala Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev mengungkapkan hal itu sebelumnya. Moskow telah berulang kali memperingatkan serangan terhadap PLTN dapat menyebabkan bencana nuklir.

Analis Argentina Marcelo Montes mengatakan, NATO memikul tanggung jawab besar atas konflik di Ukraina, bahkan sebelum dimulainya operasi khusus pada 24 Februari.

“Hari ini, tanggung jawab lagi terletak pada barat, karena Uni Eropa dapat menekan Kiev untuk bergabung dengan meja perundingan,” katanya.

“Jika ini tidak terjadi, maka Washington seharusnya melakukan ini. Namun, barat melakukan hal yang sebaliknya dengan mencoba mengganggu upaya negosiasi," kata analis tersebut.

Selama pidatonya, Vladimir Putin mengingatkan, Moskow dan Kiev telah mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan selama pembicaraan Istanbul musim semi lalu.

Setelah pembicaraan, pasukan Rusia secara sukarela menarik diri dari wilayah Kiev.  Namun barat menekan Kiev agar menghancurkan semua kesepakatan itu.

Pemerintah Kiev dan kekuatan nasionalis dan neoNazi Ukraina lantas menggandakan persekusi terhadap warga Ukraina yang dianggap pro-Rusia.

"Kebijakan intimidasi, teror, dan kekerasan semakin meningkat dalam skala massal, mengerikan, dan biadab," tegas Putin dalam pidatonya pada Rabu.

Sementara itu, penembakan membabi buta terhadap Donbass oleh Angkatan Bersenjata Ukraina telah berlangsung tanpa henti.

"Rezim Kiev telah memilih jalan terorisme yang disengaja," kata Amedeo Avondet, pemimpin gerakan Italia Bersatu Italia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved