Pengembangan Spirit Kewirausahaan Lewat Skema Desa Prener Model K45PAK

Revitalisasi kawasan perdesaan menjadi isu penting, yang secara eksplisit termuat pada pidato visi misi Gubernur DIY untuk masa jabatan 2022 – 2027

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Kegiatan FGD desa preneur yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY beberapa waktu yang lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Revitalisasi kawasan perdesaan menjadi isu penting, yang secara eksplisit termuat pada pidato visi misi Gubernur DIY untuk masa jabatan 2022 – 2027. 

Kawasan perdesaan menjadi penting untuk diberdayakan mengingat wilayah desa merupakan satuan pemerintahan terkecil yang memiliki akses langsung ke rakyat. 

Data BPS selalu menunjukkan bahwa problematika kemiskinan di perdesaan memiliki tingkat yang lebih tinggi daripada perkotaan, sehingga memicu urbanisasi yang laten setiap tahunnya. 

Adanya ketimpangan fasilitas dan sarpras antara wilayah perdesaan dan perkotaan, menjadi problematika tersendiri dalam mencermati skema intervensi pembangunan daerah yang berorientasi pada hasil.

Untuk itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi UKM juga memiliki semangat yang sama untuk melakukan revitalisasi pembangunan perdesaan melalui penumbuhan wirausaha unggul di perdesaan. 

Skema itu diwujudkan melalui skema desa prener. 

Skema yang yang diwadahi melalui Pergub Nomor 20 Tahun 2022 tentang Desa Prener, menegaskan bahwasanya Desa Preneur adalah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan untuk menggeliatkan dinamika wirausaha ekonomi berbasis potensi maupun kearifan lokal, melalui unit usaha untuk dapat dikelola menjadi berkualitas global dengan penguatan kapasitas komunitas masyarakat secara berkelanjutan.

Desa Preneur dikembangkan dengan maksud untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui pengembangan dinamika entrepreneurship dan membantu pengentasan kemiskinan serta mengurangi pengangguran, melalui pengembangan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. 

Salah satu model desa prener yang dikembangkan adalah model K45PAK, singkatan dari : Kiblat Papat Lima Pancer Adiluhung Kawentar. 

K45PAK merupakan model pemberdayaan masyarakat (community developement) yang merupakan pancer atau pusat yang berfungsi sebagai etalase dan inkubator bisnis yang berkiblat/berpedoman pada 4 hal, yaitu global value (kiblat 1), local wisdom (kiblat 2), local supply chain (kiblat 3), dan global marketing (kiblat 4).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved