Breaking News:

Berita Bantul Hari Ini

MISTERI Bayi di Pematang Sawah, Polres Bantul Buru Orang Tuanya

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut, ditemukan dalam keadaan masih hidup dan saat ini sudah dalam penanganan rumah sakit.

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
Dok. humas Polres Bantul
Lokasi penemuan bayi di bulak Ngimbang, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kamis (22/9/2022). 

"Ada pendapat menikahkan anak sejak dini bisa mengurangi beban ekonomi, namun pada kenyataannya dalam kasus salah satu responden, justru anak yang menikah dini semakin membenani keluarga karena belum mandiri (secara finansial)" jelasnya.

Akibatnya kejadian pernikahan dini tersebut terus berulang dan berdampak pada kesehatan, ekonomi, psikologi hingga sosial mereka.

Dalam bidang kesehatan misalnya, perempuan yang menikah terlalu dini akan mengalami gangguan reproduksi dan kehamilan mereka berisiko tinggi. Anak yang dilahirkan pun akan mengalami stunting.

"Secara psikologis karena kondisi jiwa yang belum matang, emosi belum matang, maka resiko kekerasan pun akhirnya terjadi. Bahkan ibu yang mengalami baby blues bisa berakhir menjadi bipolar," paparnya.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pendewasaan usia perkawinan (PUP) perlu terus disosialisasikan.

Yakni usia perkawinan usia minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

Batasan usia tersebut dianggap sudah siap menghadapi kehidupan keluarga dari sisi kesehatan dan perkembangan emosional.

"Perlu upaya bersama dalam menangani fenomena gunung es sehingga kasus pernikahan dini bisa ditangani lebih serius," jelasnya. (Tribunjogja/ntohda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved