KONI DIY Terima Kunker Instansi Pemerintahan Jawa Tengah, Bahas Porgram Pembinaan Olahraga Prestasi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta membahas program pembinaan olahraga prestasi di DIY dan Jateng.

Dok KONI DIY
KONI DIY saat menerima Kunker Instansi Pemerintahan Jawa Tengah, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta membahas program pembinaan olahraga prestasi di DIY dan Jateng.

Pokok pembahasan materi tersebut diungkapkan dalam kunjungan kerja Komisi E DPRD, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Sekretariat DPRD dan Tim Ahli DPRD Jawa Tengah.

Ketua Umum KONI DIY Prof Dr H Djoko Pekik Irianto MKes AIFO kepada wartawan di Yogya, Jumat (23/9/2022) mengatakan, kegiatan tersebut sangat membantu dalam penyelarasan pola pembinaan olahraga prestasi antardaerah.

Baca juga: TEGAS, Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta Ingatkan Sekolah Negeri Tak Boleh Ada Pungutan

Salah satunya kegiatan pembinaan olahraga prestasi di DIY yang baru saja selesai yakni Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI DIY 1-9 September lalu. 

Menurutnya, Porda di DIY memiliki sejumlah perbedaan dengan kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang digelar di Jawa Tengah.
 
Salah satunya adalah waktu penyelenggaraan dimana di DIY berlangsung 2 tahun sekali, sedangkan di Jateng berlangsung 4 tahun sekali.

Selain itu, DIY hanya terdapat lima kabupaten dan kota sebagai peserta, sedangkan Jawa Tengah yang memiliki 29 kabupaten dan 6 kota. 

"Jateng ini memiliki potensi yang luar biasa, dan DIY bukanlah kompetitor yang sebanding, justru malah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Sri Ruwiyati mengaku gembira dapat bertukar pikiran mengenai program pembinaan olahraga prestasi dengan KONI DIY. 

Baca juga: Sespri Kapolda DIY Kompol Tony Priyanto Lolos Seleksi untuk Studi Banding Kepolisian ke Jepang

Menurutnya, segala dinamika pembangunan di daerah umumnya sama, hanya saja hal tersebut bergantung pada suatu komitmen yang sama untuk mengembangkan suatu tujuan tertentu yang kemudian menjadi skala prioritas di masing-masing provinsi.
 
Selain itu pihaknya juga menilai bahwa pembinaan olahraga prestasi di DIY terbilang cukup maju, terlebih ditangani oleh beberapa ahli olahraga, dan memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang cukup lengkap. 

"Membuat suatu juara tentunya tidak bisa (dilakukan) secara instan, merupakan suatu sistem yang harus terbangun, yang tidak hanya bagaimana kita memilih calon atau bibit juara, tetapi juga perlu ada langkah-langkah lebih konkret agar bagaimana bibit-bibit yang sudah bagus ini diperhatikan dengan baik, direncanakan dengan matang," pungkas dia. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved