Berita Kriminal

Ini Alasan Polisi Belum Terbitkan Surat DPO untuk Terlapor Kasus Persetubuhan Anak Difabel

Pelaku persetubuhan terhadap anak difabel di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta belum terlacak keberadaannya.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pencabulan terhadap bocah 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaku persetubuhan terhadap anak difabel di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta belum terlacak keberadaannya.

Polisi pun belum menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) guna memperkecil ruang gerak terduga pelaku.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta Ipda Apri Sawitri mengatakan, visum terhadap korban sudah dilakukan.

Begitu juga dengan pemeriksaan saksi-saksi dan penyitaan barang bukti telah dilakukan sesuai prosedur.

"Masih proses penyidikan. Ini masih pencarian pelaku atau terlapor," ungkapnya, Jumat (23/9/2022).

Ipda Apri menjelaskan, terlapor merupakan tetangga dari korban.

Korban mendapat tindakan asusila dengan diiming-imingi uang oleh pelaku.

"Dari awal itu memang sudah ada persetubuhan. Terlapor lari ke mana ini masih dicari. Tetapi identitas terlapor, usianya berapa kami sudah ketahui," terang dia.

Baca juga: Anak Difabel Jadi Korban Tindak Asusila, Ini Modus Pelaku Menurut Kanit PPA Polresta Yogyakarta

Dia menjelaskan alasan mengapa sampai dengan saat ini kepolisian belum menerbitkan surat DPO lantaran tim penyidik masih belum menyerah mencari keberadaan pelaku.

"Penyidik kalau proses pencarian angkat tangan, barulah kami terbitkan surat DPO," jelasnya.

"Orangnya siapa, usianya berapa sudah kami ketahui. Nanti kalau sudah ketangkap akan kami rilis," sambung Ipda Apri.

Sebagai informasi, korban merupakan anak perempuan yang masih duduk di kelas lima sekolah dasar (SD) atau berumur sekitar 13 tahun.

Akibat tindakan asusila itu, korban yang memilki gangguan pendengaran tersebut mengalami kesulitan bersosialisasi. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved