Perang Rusia Ukraina

Vladimir Putin Perintahkan Partial Mobilization, Rusia Geber Produksi Senjata Militer

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mereka akan melakukan program "mobilisasi parsial" pasukan cadangan setelah negaranya menghadapi kemunduran

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
NATALIA KOLESNIKOVA / AFP
Senapan mesin ringan Kalashnikov yang dipamerkan selama Forum Teknis Militer Internasional Angkatan Darat-2022 di Taman Patriot Angkatan Bersenjata Rusia di Kubinka, di luar Moskow. 

Tribunjogja.com Rusia - Perusahaan industri pertahanan milik negara Rusia Rostech berjanji untuk meningkatkan kemampuan produksinya.

Usaha itu dilakukan untuk memenuhi peningkatan permintaan perangkat keras militer untuk mendukung partial mobilization atau mobilisasi parsial yang akan dilakukan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mereka akan melakukan program "mobilisasi parsial" pasukan cadangan setelah negaranya mengalami kemunduran di Ukraina.

Langkah itu diumumkan dalam sebuah pidato kepada kenegaraan pada Rabu (21/9/2022) menandai mobilisasi militer pertama Rusia sejak Perang Dunia II.

Soal peningkatan produksi produk militer, perusahaan industri pertahanan milik negara sudah menerapkan kerja lembur dan bekerja di akhir pekan.

Rostech dalam sebuah pernyataan, menambahkan mereka akan lebih meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan oleh Moskow.

Korporasi juga menyatakan harapannya bahwa kontribusinya pada tujuan bersama akan membantu Rusia menang dan keluar sebagai pemenang.

Pernyataan itu muncul ketika Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut industri pertahanan mempercepat pekerjaan mereka di bawah program pengadaan dan akuisisi pertahanan negara.

Rostech bertanggung jawab atas 40 persen dari semua kontrak akuisisi pertahanan, kata perusahaan itu.

Raksasa industri pertahanan itu antara lain memproduksi pesawat tempur, sistem artileri, senjata presisi tinggi, perangkat komunikasi, dan sistem peperangan elektronik radio.

Presiden Vladimir Putin
Presiden Vladimir Putin (Dmitry AZAROV / SPUTNIK / AFP)

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial dan mengatakan Kementerian Pertahanan telah merekomendasikan penarikan tentara cadangan ke dalam dinas aktif di tengah konflik berkepanjangan di Ukraina dan Donbass.

Menurut Menteri Pertahanan Sergey Shoigu, mobilisasi akan melibatkan panggilan untuk mempersenjatai sekitar 300.000 tentara cadangan atau lebih dari 1 persen dari potensi mobilisasi penuh Rusia.

Isu Senjata Korea Utara

Seorang pejabat militer Korea Utara membantah tuduhan Washington bahwa Pyongyang berusaha menjual senjata ke Moskow

Korea Utara mengatakan tidak memiliki rencana untuk menjual senjata ke Rusia, menyebut gagasan itu sebagai "teori konspirasi" setelah pejabat AS mengklaim ada kesepakatan yang melibatkan jutaan peluru artileri dan roket.

Kementerian Pertahanan Pyongyang merilis sebuah pernyataanmeskipun tidak menerima hukuman PBB yang melarang semua penjualan senjata oleh Korea Utara, ia juga tidak memiliki niat untuk mentransfer senjata ke Rusia.

“Kami tidak pernah mengekspor senjata atau amunisi ke Rusia di masa lalu, dan kami tidak memiliki rencana untuk melakukannya di masa depan,” kata seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip di media pemerintah. ( Tribunjogj.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved